Kediri,Wartapanjalu.com– Sebuah sejarah baru terukir di dunia olahraga dan pers di Kota Kediri. Seksi Olahraga Wartawan (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri Raya sukses menggelar Turnamen Olahraga Domino Antarpelajar Se-Kota Kediri secara perdana. Ajang kompetisi yang memadukan kecerdasan, konsentrasi, dan strategi ini berlangsung meriah di Gedung Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, pada Ahad (24/5/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 11 sekolah tingkat SMA dan SMK se-Kota Kediri, di mana masing-masing sekolah mengirimkan dua peserta terbaik. Kehadiran turnamen ini menjadi langkah perintis mengubah citra domino yang dulunya dianggap sekadar permainan biasa, kini diposisikan sebagai cabang olahraga prestasi berbasis intelektualitas.
Penyelenggaraan acara ini sepenuhnya menjadi inisiatif dan tanggung jawab SIWO PWI Kediri Raya. Sementara itu, Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kota Kediri tidak bertindak sebagai penyelenggara, melainkan diundang secara khusus untuk bertindak sebagai tim wasit, pengawas pertandingan, serta tenaga ahli guna memastikan jalannya kompetisi berjalan sesuai aturan baku dan standar nasional.
Alihkan Waktu Luang Jadi Prestasi, Dinas Pendidikan Dukung Domino Masuk Sekolah
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, yang hadir menyambut baik inisiatif brilian dari SIWO PWI ini. Ia mengaku sangat senang melihat antusiasme para pelajar yang bertanding dengan sungguh-sungguh namun tetap penuh semangat gembira. Menurutnya, ini adalah bukti nyata bahwa olahraga jenis ini sangat digemari kalangan muda.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Murid-murid kami ikut dengan sungguh-sungguh dan gembira. Ini membuktikan olahraga domino digemari pelajar Kediri. Elemen positifnya jelas: daripada waktu luang terisi kegiatan yang tidak berguna, lebih baik diisi aktivitas bermanfaat yang bisa meraih prestasi,” ujar Adi.
Lebih jauh, Adi berjanji akan memperjuangkan agar olahraga ini masuk ke lingkungan pendidikan. “Insyaallah saya akan sampaikan ke seluruh Kepala Sekolah di Kediri, agar ada program DMS atau domino ini masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini yang digagas SIWO PWI,” tambahnya.
Ia berharap ke depannya kegiatan serupa bisa digelar lebih besar, melibatkan lebih banyak sekolah, dan menjadikan Kediri pusat pengembangan olahraga kecerdasan ini.
UIN Syekh Wasil Siapkan Beasiswa Khusus Atlet Domino Berprestasi
Dukungan penuh juga datang dari tuan rumah penyelenggaraan, UIN Syekh Wasil Kediri. Rektor universitas, Prof. Dr. H. Wahidul Anam, M.Ag., menilai kehadiran cabang olahraga baru ini sangat sejalan dengan pengembangan potensi mahasiswa. Pihak kampus berkomitmen segera mensosialisasikan olahraga ini ke kalangan akademisi.
Terobosan istimewa ditawarkan bagi atlet yang berprestasi: kemudahan akses pendidikan tinggi. Prof. Wahidul Anam mengaku telah berkomunikasi dengan KONI Kota Kediri untuk menyusun skema pembinaan dan fasilitas.
“Kami sosialisasikan ke mahasiswa untuk menekuni cabang baru ini. Kami juga sudah sepakat dengan KONI, atlet berprestasi nanti bisa kuliah di UIN Syekh Wasil dengan fasilitas biaya UKT yang rendah, bahkan beasiswa khusus sesuai aturan. Kami ingin atlet punya masa depan pendidikan yang cerah,” tegasnya.
KONI Kediri Targetkan Domino Jadi Cabor Resmi, Sumbang Medali Porprov Jatim 2027 Surabaya
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri, Eko Agus Koko, menyambut positif inisiatif SIWO PWI yang berani memelopori olahraga baru. Menurutnya, kehadiran domino sangat membantu melengkapi daftar cabang olahraga yang dibina KONI. Saat ini dari target 75 cabor, baru terisi 57, sehingga domino diproyeksikan menjadi kekuatan baru penambah poin medali.
Eko mengungkapkan saat ini pihaknya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) penetapan resmi. Target besarnya adalah agar olahraga ini sudah dipertandingkan dan menyumbang poin bagi Kediri pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang digelar di Surabaya.
“Kami harap pengesahan segera turun. Domino ini kelebihannya biaya murah, alat sederhana, dan mudah dipelajari. Dulu ada stigma negatif, tapi sekarang berubah jadi olahraga prestasi berbasis kecerdasan. Kuncinya pembinaan karakter: atlet harus hidup disiplin, tidak begadang, sehat, dan berperilaku layaknya atlet,” jelas Eko.
Ia meyakini, seiring waktu masyarakat akan melihat bahwa domino adalah olahraga konsentrasi dan intelektualitas tinggi, sehingga pandangan negatif masa lalu akan hilang dengan sendirinya.
Bambang Iswahyoedhi: SIWO PWI Pelopor, Bangun Citra Baru Lewat Prestasi dan Pendidikan
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri Raya sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Bambang Iswahyoedhi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah salah satu wujud nyata program kerja PWI melalui Seksi Olahraga Wartawan (SIWO). Peran pers tidak hanya mengabarkan, tetapi juga memfasilitasi dan memelopori hal positif di masyarakat.
“Ini baru pertama kali dilakukan di Kediri. Kami ingin menjadi pionir menampilkan olahraga baru yang berbasis kecerdasan, jauh dari unsur kekerasan. Kolaborasi dengan instansi pendidikan seperti UIN dan Dinas Pendidikan adalah kunci utama kami,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan ada dua tujuan besar kegiatan ini. “Pertama, mencetak prestasi olahraga. Kedua, membuka peluang pendidikan. Kami ingin atlet punya masa depan cerah dan jenjang pendidikan tinggi. Kami sangat mengapresiasi dukungan semua pihak dan keterlibatan ORADO sebagai tim wasit yang profesional,” tambahnya.
Imam Wihdan: Peran ORADO Jadi Wasit, Lawan Stigma Negatif Lewat Aturan Resmi
Sementara itu, Imam Wihdan Zarkasyi, ST.MM, Ketua Umum Pengurus Cabang Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kota Kediri — yang juga Anggota DPRD Kota Kediri — hadir memimpin langsung tim wasit dari ORADO. Ia menegaskan, kehadiran ORADO di sini adalah undangan penyelenggara untuk menjaga standar kompetisi.
Menurut Imam, tantangan utama yang harus dilawan adalah stigma masyarakat yang dulu menganggap domino hanya permainan tidak baik. Oleh karena itu, ORADO mengusung tagline “Memintarkan Indonesia”.
“Kami diundang SIWO PWI sebagai tim wasit dan tenaga ahli agar kompetisi berjalan sesuai aturan olahraga prestasi. Kami ingin mengubah pandangan, bahwa domino kini olahraga kaum intelektual, pelajar, dan pendidik. Kami bantu SIWO dan KONI agar tahun 2027 nanti saat Porprov Jatim di Surabaya, olahraga ini sudah kokoh jadi cabor resmi,” papar Imam.
Ia menambahkan, pemilihan pelajar sebagai peserta utama adalah langkah cerdas SIWO PWI. “Energi dan kemampuan pikir anak muda paling pas untuk olahraga strategi ini. Kami dukung penuh pembinaan berjenjang dari sekolah, agar kedepan lahir atlet cerdas berpendidikan tinggi,” pungkasnya.
Melalui tangan dingin SIWO PWI Kediri Raya, kini sejarah baru tercatat: domino telah bertransformasi dari permainan tradisional menjadi cabang olahraga modern, bermartabat, dan menjadi kebanggaan pelajar Kota Kediri.(Nang)
