Insiden terjadi Sabtu pagi, KAI Daop 7 Madiun: “Sabar beberapa detik lebih berharga dari nyawa”
Nganjuk,Wartapanjalu.com– Gara-gara tidak sabar menunggu palang pintu terbuka sempurna, sebuah truk box menabrak dan mematahkan palang perlintasan kereta api di Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, Sabtu (4/7) pagi. Akibatnya, sistem pengaman perlintasan lumpuh sementara selama hampir 11 jam.
Insiden tersebut terjadi pukul 05.19 WIB di JPL 91 KM 105+7/8, petak jalur antara Stasiun Baron–Stasiun Sukomoro. Perlintasan sebidang yang dijaga Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk ini terekam jelas oleh CCTV di lokasi.
Detik-Detik Palang Pintu Patah Terekam CCTV
Rekaman CCTV menunjukkan truk box tetap melaju saat palang pintu masih berproses membuka. Bagian atas kendaraan langsung menghantam palang hingga patah. Sopir diduga terburu-buru dan tidak menunggu palang benar-benar terbuka penuh.
“Ini seharusnya tidak perlu terjadi kalau pengendara mau bersabar,” kata Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, Minggu (5/7).
Tohari menegaskan, palang pintu bukan sekadar penghalang, tapi fasilitas keselamatan yang melindungi nyawa pengguna jalan dan penumpang kereta. “Hanya karena ingin menghemat beberapa detik, risikonya justru kerugian yang jauh lebih besar. Tidak hanya merusak fasilitas, tapi juga membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Perbaikan Rampung, Perlintasan Kembali Normal
Akibat kejadian ini, palang pintu tidak bisa dioperasikan sementara. Petugas langsung melakukan pengamanan sesuai prosedur agar perjalanan kereta tetap aman.
KAI Daop 7 Madiun mengapresiasi gerak cepat Dishub Nganjuk. Perbaikan selesai pukul 16.00 WIB di hari yang sama, sehingga palang pintu kembali berfungsi normal.
KAI: Kereta Api Punya Prioritas Utama di Perlintasan
KAI Daop 7 Madiun kembali mengingatkan, sesuai UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 114, pengendara wajib berhenti saat sinyal berbunyi dan palang pintu mulai ditutup. UU No. 23 Tahun 2007 juga menegaskan perjalanan kereta api memiliki prioritas utama di perlintasan sebidang.
“Keselamatan di perlintasan sebidang itu tanggung jawab bersama,” tegas Tohari. Ia mengimbau pengendara untuk patuh rambu, perhatikan isyarat petugas, dan jangan memaksa melintas saat palang masih bergerak.
“Menunggu beberapa detik hingga palang terbuka sempurna jauh lebih berharga daripada mempertaruhkan nyawa, merusak fasilitas, dan mengganggu operasional kereta,” tutupnya.(Nang)
