Kediri,Wartapanjalu.com– Gema selawat, kehangatan kopi, dan semangat membara generasi muda menyatu indah di Gedung Harmoni, Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada Jum’at malam (10/7/2026). Ratusan pemuda tampak khusyuk sekaligus antusias mengikuti gelaran keagamaan dan budaya bertajuk “QOHWATINA: Merawat Tradisi Menjemput Syafaat Ilahi”.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa di tangan yang tepat, kolaborasi pemuda bisa melahirkan sinergi yang luar biasa. Adalah kolaborasi apik antara Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banjarmlati, serta Karang Taruna Bina Bakti 22 yang berhasil mengemas acara ini menjadi gerakan kultural yang memikat. Di tengah derasnya arus modernisasi, mereka bergerak membentengi generasi muda dengan nilai-nilai spiritualitas.
Gema Selawat dan Benteng Nilai Aswaja
Sejak petang, suasana syahdu sudah terasa saat bait-bait suci Majelis Dzikir dan Sholawat mulai menggema. Pembacaan ratib, maulid, serta doa bersama dipanjatkan dengan khusyuk. Mereka mengetuk pintu langit, memohon syafaat Nabi Muhammad SAW sekaligus keselamatan bagi warga Kota Kediri.
Namun, agenda malam itu tidak sekadar berhenti pada doa. “QOHWATINA” juga didesain sebagai ruang silaturahmi lintas generasi dan kaderisasi pemuda. Melalui forum ini, ukhuwah (persaudaraan) antar-pemuda dipererat demi menjaga dan melestarikan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Tradisi santri dan nilai toleransi yang kuat dinilai sebagai pondasi utama yang membuat Kota Kediri selalu ramah, aman, dan nyaman untuk ditinggali.
Dukungan Penuh Dewan: Komitmen Anggaran untuk Anak Muda
Hadir di tengah-tengah jamaah, Ketua Fraksi Partai Golkar sekaligus Anggota Komisi A DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, S.T., M.M. Pria yang akrab disapa Pak Lek Man ini memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif luar biasa dari para remaja masjid dan karang taruna ini.
Dalam sambutannya yang membumi, Pak Lek Man menegaskan bahwa masa depan bangsa ada di tangan para pemuda yang aktif merawat nilai-nilai kebaikan. Ia bahkan membawa kabar segar mengenai komitmen legislatif dalam mendukung ruang gerak positif pemuda di Kota Kediri.
Komitmen Nyata: Mengawal ruang gerak positif pemuda.
Dukungan Finansial: Mengusahakan pos anggaran demi kemajuan kegiatan anak muda dan pelajar.
”Tentu jika ada peluang atau pos anggaran yang bisa kita dorong demi kemajuan kegiatan anak muda maupun pelajar, saya akan usahakan semaksimal mungkin ke arah sana,” ujar Imam Wihdan Zarkasyi yang langsung disambut tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin.
Toleransi: Jiwa Utama Kota Kediri
Lebih lanjut, Gus Imam mengingatkan bahwa identitas asli Kediri sebagai kota santri yang sarat dengan toleransi beragama harus terus dipupuk. Menurutnya, kelompok santri dan pemuda yang agamais merupakan benteng utama dalam merawat keberagaman sosial yang harmonis.
Melalui kegiatan “QOHWATINA”, pemuda Banjarmlati telah mengirimkan pesan kuat kepada publik: menjadi modern tidak berarti harus melupakan tradisi, dan merawat spiritualitas adalah cara terbaik dalam membangun peradaban sosial yang sehat.(Nang)
