Kediri,Wartapanjalu.com– Tahun ajaran baru 2026/2027 membawa cerita berbeda bagi SDN Tertek 1 Pare, Kabupaten Kediri. Sekolah dasar di Jalan Panglima Polim Nomor 17, Desa Tertek, Kecamatan Pare ini hanya kedatangan dua peserta didik baru untuk kelas 1.
Jumlah tersebut menjadi yang paling sedikit sejak sekolah berdiri. Padahal tahun lalu, SDN Tertek 1 masih mampu menjaring sembilan siswa baru.
Penurunan drastis ini memaksa pihak sekolah memutar otak agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.
Suasana MPLS Tetap Kondusif Meski Hanya Diikuti Dua Siswa
Pantauan Tribun Mataraman pada Selasa (14/7/2026) pagi, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap digelar dengan suasana kondusif. Dua siswa baru, satu laki-laki dan satu perempuan, tampak fokus mengikuti kegiatan bersama guru.
Mereka serius menyimak materi yang disampaikan sambil perlahan beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena jumlahnya minim, ruang belajar kelas 1 terpaksa digabung dengan kelas 2. Meski begitu, pihak sekolah memastikan kualitas pembelajaran tidak berkurang.
Sementara itu, siswa kelas atas sibuk dengan aktivitas lain. Sebagian berlatih baris-berbaris untuk persiapan HUT ke-81 RI Agustus mendatang. Di sudut lain, beberapa siswa mengikuti permainan edukatif bersama guru.
Kepala Sekolah: “Pembelajaran Tetap Normal, Tidak Kurangi Jam Belajar”
Kepala SDN Tertek 1 Pare, Yulina Ovianti, menegaskan komitmen sekolah tetap memberikan layanan terbaik.
“Untuk pembelajaran tetap kami lakukan seperti biasa. Walaupun jumlah murid hanya dua anak, tidak akan mengurangi jam pembelajaran maupun pelayanan kepada siswa,” ujar Yulina saat ditemui Selasa (14/7/2026) pukul 09.00 WIB.
Saat ini total siswa SDN Tertek 1 dari kelas 1 sampai 6 hanya 47 anak. Meski jumlahnya terus menyusut, sekolah masih didukung delapan tenaga pendidik yang siap mengajar.
Kalah Saing dengan 11 Sekolah di Sekitar, SPMB Daring Dinilai Jadi Penyebab
Menurut Yuli, sepinya pendaftar tak lepas dari ketatnya persaingan antar sekolah. Di sekitar SDN Tertek 1 saja ada 11 lembaga pendidikan dasar: 4 SD negeri, 3 SD Islam, dan 4 Madrasah Ibtidaiyah. Jaraknya pun berdekatan.
“Ada 11 lembaga di sekitar sini. Jaraknya juga sangat dekat satu sama lain, sehingga calon siswa terbagi ke banyak sekolah,” jelasnya.
Ia menyoroti sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) daring yang kini memberi keleluasaan siswa memilih hingga empat sekolah. Tahun lalu, pilihan dibatasi tiga sekolah dengan zonasi lebih ketat.
“Kalau bisa jumlah pilihan sekolah dipertimbangkan kembali atau sistem zonasinya dikaji ulang, supaya jumlah murid antar sekolah lebih merata,” harap Yuli.
Harapan Sekolah: Evaluasi Zonasi Demi Pemerataan Murid
Meski menghadapi krisis jumlah murid, SDN Tertek 1 bertekad tetap bertahan. Yuli berharap pemerintah daerah mengevaluasi sistem SPMB agar tidak ada sekolah yang kekurangan murid ekstrem sementara sekolah lain kelebihan.
“Untuk pembelajaran berjalan normal seperti biasanya,” tutupnya.(Nang)
