oleh

Detik-Detik Menegangkan Kebakaran di Purwoasri Kediri: Pemilik Terlelap, Damkar Pos Pare Berkejaran dengan Waktu

Kediri,Wartapanjalu.com— Suasana sunyi di kawasan RT 01 RW 02, Dusun Pule, Desa Karangpakis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Jumat malam (17/7/2026). Saat sebagian besar warga mulai mengistirahatkan diri dan terlelap dalam tidur, kobaran api secara tak terduga muncul dan mulai melahap area ruang tengah salah satu rumah warga sekitar pukul 22.05 WIB.

​Pemilik rumah yang saat itu sedang tertidur lelap sama sekali tidak menyadari bahwa titik api telah menyala dan dengan cepat membesar di dalam kediamannya. Beruntung, kewaspadaan seorang warga setempat bernama Bu Binti menjadi penyelamat awal. Melihat adanya kepulan asap tebal dan bara yang kian berkobar, ia langsung berinisiatif menghubungi Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare.

Respon Cepat 5 Menit Tim Damkar Pos Pare
​Menerima laporan darurat pada pukul 22.05 WIB, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare bergerak dengan pergerakan yang sangat taktis. Hanya berselang lima menit setelah telepon darurat ditutup, tepatnya pukul 22.10 WIB, armada pemadam langsung meluncur membelah keheningan malam menuju lokasi kejadian.

​Menempuh perjalanan sejauh belasan kilometer dengan sirine yang meraung, tim berhasil tiba di titik lokasi pada pukul 22.25 WIB. Waktu respon (response time) yang cepat ini menjadi kunci krusial agar amukan si jago merah tidak meluas ke pemukiman padat di sekitarnya.

Berdasarkan penyelidikan awal, dugaan kuat kebakaran ini dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik di ruang tengah rumah tersebut.
​Bahu-Membahu Padamkan Api Sesuai SOP
​Di bawah komando Bidang Pencegahan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri, sebanyak 5 personel pemadam kebakaran tangguh langsung diterjunkan ke titik api. Dengan mengandalkan 1 unit armada damkar berkapasitas 5.000 liter (No. Pol AG 8157 EP), petugas langsung melakukan penetrasi serangan air ke pusat kobaran.
​Proses penjinakan api berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian selama hampir dua jam. Petugas berjibaku menyemprotkan air dan melakukan pendinginan (cooling) guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi di balik reruntuhan material rumah. Berkat kerja keras tim dan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang matang, api akhirnya dinyatakan benar-benar padam dan kondisi kembali kondusif pada pukul 00.10 WIB dini hari.

Kerugian Ratusan Juta dan Aset yang Terselamatkan
​Meski dampak kerusakan material pada ruang tengah dan sebagian bangunan rumah tak terhindarkan, musibah ini dipastikan tidak menelan korban jiwa. Pihak Satpol PP Kabupaten Kediri mengonfirmasi bahwa seluruh penghuni rumah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka ringan maupun luka berat.

​Berdasarkan asesmen pasca-kebakaran, kerugian materiil yang dialami oleh pemilik rumah ditaksir mencapai Rp 250.000.000. Namun, di balik musibah tersebut, tindakan taktis dan kepungan air yang dilepaskan oleh petugas Damkar Pos Pare berhasil menyelamatkan sisa aset bangunan dan barang berharga korban senilai Rp 100.000.000 dari lalapan api.

​Dalam laporan resminya, Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, kembali mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa waspada dan melakukan pengecekan berkala terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama untuk kabel yang sudah berusia tua, guna mengantisipasi bahaya kebakaran serupa di kemudian hari.(Nang)