Kediri,Wartapanjalu.com– Raut lega tak bisa disembunyikan dari wajah Aprita Nurlinda. Pedagang es keliling ini sempat tak membayangkan motornya—yang saban hari dipakai mengadu nasib—bisa kembali begitu cepat usai digondol maling di tengah keriuhan karnaval sound horeg di Puncu, Kabupaten Kediri.
Langkah sigap Satreskrim Polres Kediri tak hanya mengembalikan senyum Aprita, tetapi juga berhasil membongkar jaring komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang belakangan bikin resah warga Kediri dan sekitarnya.
Buntut Manfaat Pengalaman: Residivis Dilibas, 5 TKP Terbongkar
Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan EW, seorang residivis yang tampaknya tak kapok merasakan dinginnya jeruji besi. Meski sudah dua kali keluar-masuk penjara untuk kasus serupa, EW tetap kembali ke “hobi” lamanya.
Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Angga Riatma, mengungkapkan bahwa jam terbang EW sebagai penjahat kawakan membuatnya begitu lihai memetakan sasaran.
”Pelaku ini beraksi di lima titik lokasi kejadian (TKP) yang tersebar di wilayah Gurah, Kandat, dan Wates,” terang AKP Angga, Selasa (21/7).
Modus yang digunakan EW terbilang klasik namun mematikan. Ia berburu motor-motor yang terparkir tanpa kunci ganda. Hanya bermodalkan kunci T, helm, dan jaket untuk menyamar, rumah kunci motor korban langsung dibobol dalam hitungan detik. Dari tangan EW, polisi sukses menyita lima unit sepeda motor hasil curian.
Aksi Maling di Tengah Bising Karnaval Sound Horeg
Tak berhenti di kasus EW, polisi juga mengendus aksi kejahatan lain yang memanfaatkan keramaian masyarakat. Saat warga terpukau oleh dentuman musik karnaval sound horeg di Puncu, dua pelaku berinisial MRK (22) dan SH (36) justru sibuk mengincar mangsa.
Melihat motor milik Aprita—si pedagang es—terparkir tanpa pengawasan ekstra, kedua pelaku berbagi peran. Setelah mengamati situasi sekitar yang sibuk dan bising, mereka membawa kabur motor tersebut dengan cara didorong perlahan menjauhi kerumunan.
Namun, pelarian mereka tak bertahan lama. Tak sampai 24 jam sejak laporan diterima, tim Tim Buser Satreskrim Polres Kediri berhasil meringkus MRK yang merupakan warga Pare dan SH asal Wates, Pagu.
Senyum Haru Aprita saat Motor Kesayangan Kembali
Momen konferensi pers di Mapolres Kediri hari itu berubah haru ketika petugas menyerahkan kembali unit sepeda motor secara langsung kepada Aprita. Baginya, motor tersebut bukan sekadar alat transportasi, melainkan “kaki” tempat ia menggantungkan mata pencaharian sehari-hari.
Dengan suara bergetar, Aprita menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kerja ekstra jajaran kepolisian yang bergerak secepat kilat.
”Saya benar-benar bersyukur dan terima kasih sekali kepada Pak Polisi yang sudah menemukan kembali motor saya dalam waktu singkat,” ungkap Aprita dengan raut gembira.
Tips Aman Mencegah Curanmor dari Kepolisian
Belajar dari pengungkapan total enam unit sepeda motor dan tiga tersangka ini, AKP Angga Riatma mengimbau masyarakat untuk tidak pernah meremehkan keamanan kendaraan pribadi.
Gunakan Kunci Ganda: Selalu pasang gembok tambahan pada cakram atau rantai motor.
Waspada di Keramaian: Hindari memarkir kendaraan di area minim pengawasan, terutama saat menghadiri acara besar/keramaian.
Segera Lapor: Jika terjadi tindak kejahatan, langsung laporkan ke pihak kepolisian terdekat agar bisa langsung ditindaklanjuti.(Nang)
