oleh

Resmi Dimulai! 77 Anggota Paskibraka Kabupaten Kediri Masuki Pemusatan Latihan di Stadion Canda Bhirawa

Kediri,Wartapanjalu.com— Lapangan Stadion Canda Bhirawa Pare mendadak riuh oleh derap langkah tegap puluhan pemuda-pemudi, Jumat (7/8/2026) sore. Di bawah sengatan terik dan embusan angin musim kemarau, sebanyak 77 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri resmi memulai babak baru perjuangan mereka: pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) untuk Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

​Sejak pukul 13.30 WIB, para calon Paskibraka ini melangkah mantap memasuki stadion. Setelah beberapa bulan menjalani pembinaan dasar di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, kini fokus mereka tertuju pada satu misi: menyempurnakan setiap langkah dan gerakan demi kibaran sang saka Merah Putih.

​Perjalanan Panjang Sejak Februari
​Keberhasilan 77 remaja terpilih ini berdiri di Stadion Canda Bhirawa bukanlah hasil instan. Koordinator Program Paskibraka Bakesbangpol Kabupaten Kediri, Bambang Hendro Priyono, mengungkapkan bahwa proses panjang telah dimulai sejak awal tahun.

​”Seleksi dimulai Februari, kemudian pada Maret terpilih 77 calon Paskibraka Kabupaten Kediri,” ujar Bambang di lokasi latihan.

​Tak hanya menggembleng 77 anggota di tingkat daerah, Kabupaten Kediri juga mengirimkan dua pasang peserta untuk bersaing di tingkat Provinsi Jawa Timur dan nasional. Hasilnya membanggakan—satu pasang peserta berhasil menembus seleksi dan melenggang mewakili Kediri di tingkat provinsi.

​Sementara bagi 77 anggota tersisa, penggemblengan rutin terus berjalan. Selama tiga bulan terakhir, setiap hari Minggu, mereka konsisten mempertajam Peraturan Baris Berbaris (PBB) demi menyelaraskan ritme gerak dari latar belakang sekolah yang berbeda-beda.

Wajah Baru Stadion Canda Bhirawa
​Ada penampakan berbeda pada pelaksanaan Pusdiklat tahun ini. Posisi tiang bendera di Stadion Canda Bhirawa yang biasanya berada di sisi barat, kini digeser tepat ke bagian tengah lapangan.

​Bambang menjelaskan, pemindahan ini dilakukan berdasarkan masukan dan evaluasi dari berbagai pihak, mulai dari daerah lain, pemerintah provinsi, hingga Istana. Langkah ini diambil agar formasi barisan terlihat lebih presisi dan menyajikan pemandangan anyar bagi warga yang menyaksikan upacara nanti.
​Latihan fisik dilapangan dipandu langsung oleh sembilan pelatih gabungan dari Kodim 0809/Kediri dan Polres Kediri.

Memasuki 10 Agustus mendatang, latihan akan semakin lengkap dengan hadirnya empat pengawal pasukan dan dua komandan pasukan.

​Siang Ditempa Fisik, Malam Diisi Karakter
​Menjadi Paskibraka bukan cuma soal ketahanan fisik dan kelenturan otot. Sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022, para peserta juga dibekali materi penguatan karakter.

​Setiap harinya, jadwal mereka terstruktur padat dari dini hari hingga malam:
​Pagi – Sore: Olahraga, senam, dan gemblengan PBB di lapangan (pukul 07.30–17.30 WIB).

​Malam Hari: Pembelajaran aktif di dalam ruangan mencakup wawasan kebangsaan, Pancasila, kewarganegaraan, kewaspadaan nasional, hingga revolusi mental.

​”Jadi tidak hanya latihan pagi sampai sore. Pada malam hari anak-anak juga mendapatkan pembelajaran terkait wawasan kebangsaan dan pembentukan karakter sebagai calon pemimpin bangsa,” tambah Bambang.

Nyali Tak Ciut di Tengah Debu Kemarau
​Meski cuaca kemarau membuat debu beterbangan di sekitar arena latihan, semangat para peserta tak goyah. Panitia menyiasatinya dengan rutin menyiram lintasan tanah di area stadion agar kondisi kesehatan peserta tetap prima.

​Impian dan antusiasme itu salah satunya terpancar dari wajah Aqueena Rosyidania Santoso. Siswi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Canda Bhirawa Pare ini mengaku sangat bersyukur bisa lolos hingga tahap ini.

​”Saya semangat mengikuti latihan ini. Motivasi saya ingin melatih kedisiplinan, tanggung jawab, sekaligus menambah teman dari berbagai sekolah. Mudah-mudahan kami bisa menjalankan tugas sebagai Paskibraka dengan baik saat upacara HUT RI nanti,” tutur Queena penuh optimisme.

​Kini, derap langkah 77 pemuda Kediri itu terus bergema di Canda Bhirawa, menghitung hari menuju momen bersejarah di tanggal 17 Agustus.(Sum)