oleh

Wajah Stasiun Tulungagung akan segera berubah total. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun resmi memulai penataan besar-besaran kawasan Stasiun

Tulungagung,Wartapanjalu.com–Langkah ini diambil untuk menjawab keluhan klasik penumpang: parkir semrawut, akses keluar-masuk padat, dan area drop zone yang kurang aman.

Tahap awal dimulai dari sisi timur stasiun. Area yang selama ini dipadati kios, kini dibenahi total.

84 Kios Dibongkar, Jadi Jalan dan Parkir Baru
Sebanyak 84 kios yang berdiri di sisi timur Stasiun Tulungagung dibongkar. Lahan tersebut akan dialihfungsikan menjadi tiga fasilitas vital: akses jalan yang lebih lebar, area parkir yang lebih representatif, dan drop zone penumpang yang aman dan nyaman.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan penataan ini bukan sekadar pembongkaran, melainkan komitmen pelayanan.

“Tujuan utama kami adalah mengubah wajah Stasiun Tulungagung menjadi lebih tertata, rapi, dan mudah diakses. Penataan ini krusial untuk mengurai kepadatan, terutama di area naik-turun penumpang, sehingga arus kendaraan di kawasan stasiun menjadi lebih lancar dan nyaman,” ujar Tohari.

Pantauan di lapangan, proses pembongkaran dilakukan dengan alat berat. Suasana cukup kondusif karena para penyewa kios turut kooperatif membongkar lapaknya secara mandiri.

KAI Pastikan Ada Kompensasi untuk Penyewa
Terkait nasib pedagang, KAI Daop 7 Madiun memastikan telah menempuh jalur komunikasi yang baik. Tercatat ada 13 penyewa yang mengontrak 84 kios tersebut.

Tohari menjelaskan, KAI telah berkoordinasi langsung dengan seluruh pengontrak. Bagi penyewa yang masa kontraknya masih aktif, KAI memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami telah berkoordinasi dengan para pengontrak. Bagi kios yang masa kontraknya masih berjalan, KAI memberikan kompensasi sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Pendekatan humanis ini membuat proses penertiban berjalan lancar tanpa gesekan.

Target: Stasiun Tulungagung Lebih Ramah Penumpang
KAI menargetkan pengerjaan tahap awal ini rampung dalam waktu dekat. Setelah lahan bersih, pembangunan fasilitas pendukung seperti marka parkir, kanopi drop zone, dan pelebaran jalan akan segera dikebut.

Penataan ini diharapkan menjadi kado bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya yang selama ini mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi utama.

“Kami memohon dukungan masyarakat dan pelanggan setia KAI atas langkah penataan ini. Kami berharap, Stasiun Tulungagung akan memberikan standar layanan yang jauh lebih baik bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya,” tutup Tohari.

Dengan penataan ini, penumpang nantinya tak perlu lagi berdesakan saat dijemput atau mengantre panjang hanya untuk keluar dari area parkir. Stasiun Tulungagung siap naik kelas.(Sum/Her)