Kediri,Wartapanjalu.com– Gerakan Masyarakat Berkarya, Optimalkan Kesehatan (GAMBYOK) resmi menggebrak Desa Gambyok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Program Wilayah Binaan dari Tim Pengabdian Masyarakat Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang ini diluncurkan Kamis (20/8/2026) di Balai Desa Gambyok, dengan misi besar: menekan stunting, mencegah kematian ibu dan bayi, hingga meningkatkan kualitas kesehatan warga secara menyeluruh.
Didanai DIPA Poltekkes Kemenkes Malang 2026, program ini menerjunkan 95 mahasiswa terbaik — 78 mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan dan 17 mahasiswa D-III Kebidanan Kediri — dengan skema unggulan One Student One Client (OSOC). Satu mahasiswa, satu keluarga sasaran, didampingi secara intensif dan berkelanjutan.
Satu Desa, Semua Siklus Hidup Disentuh
Tak main-main, intervensi GAMBYOK menyasar seluruh fase kehidupan. Selama Agustus 2026, mahasiswa turun langsung ke rumah-rumah warga bersama Puskesmas Grogol dan Bidan Desa:
Untuk Ibu Hamil: Pendampingan home visit, edukasi hypnobirthing untuk atasi cemas jelang persalinan, hingga pengelolaan gizi untuk cegah risiko Diabetes Melitus Gestasional.
Untuk Ibu dan Kesehatan Reproduksi: Edukasi dan praktik SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), deteksi dini SARARI, serta pencegahan kanker serviks melalui IVA.
Untuk Remaja Sekolah: Edukasi sex education, pencegahan pernikahan dini, dan kampanye cegah anemia lewat Tablet Tambah Darah (Fe).
Untuk Balita Stunting & Wasting: Pemantauan tumbuh kembang dan edukasi gizi berbasis Project Based Learning yang melibatkan keluarga secara aktif.
Program ini juga diperkuat dengan pendekatan Interprofessional Collaboration (IPC) bersama Prodi Sarjana Terapan Gizi yang membawakan materi kunci: “Gizi Ibu Hamil: Cegah DM Gestasional untuk Ibu Sehat, Bayi Selamat”.
Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Sentuhan Personal
Ketua Tim Pengusul Pengabmas, Rahajeng Siti Nur Rahmawati, M.Keb, menegaskan kekuatan GAMBYOK ada pada pendampingan personal yang konsisten di bawah supervisi dosen ahli.
Ketua Prodi D-III Kebidanan Kediri, Dr. Finta Isti Kundarti, M.Keb, menambahkan inovasi teknologi kebidanan menjadi pembeda.
“Melalui skema satu mahasiswa satu pasien, kami mengaplikasikan hypnobirthing untuk memberi sugesti positif agar ibu tidak cemas menghadapi persalinan. Dampaknya nyata untuk kesehatan mental dan fisik ibu, sekaligus melatih mahasiswa mempraktikkan literasi teknologi kebidanan,” jelasnya.
Sementara Ketua Prodi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri, Dr. Triatmi Andri Yanuarini, M.Keb, menyebut Desa Gambyok adalah babak baru setelah sukses panjang di desa sebelumnya.
“Ini tahun pertama kami di Desa Gambyok setelah sebelumnya 5 tahun mendampingi Desa Kinanten hingga sukses menekan angka stunting dan wasting. Harapan kami, keberhasilan itu bisa kita ulangi di sini untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu, anak, hingga remaja,” ujar Triatmi.
Disambut Hangat Desa
Kepala Desa Gambyok, Gunawan, menyambut program ini dengan antusias. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan dosen Poltekkes membawa dinamika baru.
“Pemerintah Desa Gambyok sangat mendukung. Kehadiran adik-adik mahasiswa dan para dosen bukan sekadar formalitas, tetapi memberi perubahan mindset kesehatan yang nyata bagi warga kami. Pintu kami selalu terbuka untuk kolaborasi berkelanjutan seperti ini,” tegas Gunawan.
Rangkaian pendampingan yang diawali survei awal bersama Puskesmas Grogol ini akan berlangsung intensif selama Agustus dan dijadwalkan memasuki tahap evaluasi serta pemaparan hasil pada minggu pertama September 2026 mendatang.(Sum/Her)
