oleh

Parade Cikar Kediri Kembali Meriahkan HUT ke-81 RI, Diikuti 43 Peserta

Kediri,Wartapanjalu.com– Suara derap kaki sapi dan derit roda kayu kembali menggema di Kabupaten Kediri. Tradisi Parade Cikar yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun ini semakin menunjukkan eksistensinya. Memasuki tahun kelima, antusiasme masyarakat justru semakin tinggi.

Tahun ini, sebanyak 43 cikar ambil bagian memeriahkan jalanan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti 40 peserta. Puluhan gerobak tradisional yang ditarik sepasang sapi itu menjadi tontonan menarik bagi warga di sepanjang rute.

Parade diberangkatkan dari depan Taman Totok Kerot, Pagu, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (22/8/2026). Rombongan kemudian bergerak ke arah selatan, memutari kawasan ikonik Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), dan finis di depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri dengan menempuh jarak sekitar 5,5 kilometer.

Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Pengingat Memori Publik
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M. Solikin yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam pemberangkatan menegaskan, parade cikar memiliki makna lebih dari sekadar hiburan Agustusan.

“Ini sudah kelima kali. Niat dan tujuan kegiatan ini tidak sekadar melestarikan budaya, tetapi mengingatkan bahwa kita punya memori publik tentang transportasi,” kata Solikin.

Menurutnya, cikar adalah bagian dari sejarah transportasi masyarakat Kediri sebelum era kendaraan bermotor. Di sisi lain, keberadaan sapi penarik cikar juga memiliki pesan ekonomi yang kuat.

“Sapi itu simbol kemakmuran. Kebutuhan daging dan susu masyarakat hari ini sangat tinggi, kita belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan tersebut,” jelasnya. Karena itu, Pemkab Kediri terus mendorong sektor peternakan sebagai salah satu potensi ekonomi unggulan daerah.

Diperiksa Ketat Hingga Libatkan Anak Sekolah
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menjelaskan, dari total 46 pendaftar, hanya 43 yang dinyatakan lolos setelah melalui verifikasi ketat.

“Dari pendaftaran terakhir ada 46, kemudian setelah pemeriksaan ada tiga yang tidak memenuhi syarat sehingga yang ikut 43. Semua sapi kami cek kesehatannya,” jelas Tutik.

Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan untuk memastikan tidak ada indikasi penyakit menular, mengingat parade berlangsung di ruang publik. Dengan 43 cikar, setidaknya ada 86 ekor sapi yang terlibat. Mayoritas berjenis Peranakan Ongole (PO) dan Brahman yang sudah terlatih.

Peserta berasal dari 10 kecamatan, dengan Kecamatan Wates dan Ngadiluwih menjadi pengirim terbanyak.

Menariknya, tahun ini parade lebih inklusif. Sekitar 50 siswa dari SDN 1 Wonosari, Pagu, diajak merasakan langsung naik cikar. Sebelum naik, mereka diedukasi pentingnya mengonsumsi protein hewani seperti telur, daging, dan susu.

Sebagai bentuk edukasi pangan, DKPP juga membagikan sekitar 2.000 butir telur rebus kepada warga di sepanjang rute.

“Temanya kali ini lebih melibatkan masyarakat umum secara langsung. Selain memperkenalkan cikar kembali, kami juga ingin menguatkan sektor peternakan di Kabupaten Kediri,” tutur Tutik.

Penilaian parade tahun ini juga tak hanya soal sapi. Ada tiga kategori, yakni performa sapi, kreativitas cikar, serta penggunaan aksesori dan muatan lokal hasil pertanian Kediri.

Juara Bertahan Kembali Bahagia
Salah satu momen membahagiakan dirasakan Yudiono, peserta asal Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar yang berhasil meraih juara pertama.

“Alhamdulillah sangat senang dan bahagia sekali,” ucapnya sumringah.

Kepala Desa Kunjang itu mengaku tak butuh persiapan khusus. Kuncinya hanya menjaga kesehatan sapi dengan pakan comboran, hijauan, dan vitamin, serta merawat cikar dengan dicat ulang dan ditutup terpal agar tak berdebu.

Ia berharap tradisi ini terus berlanjut setiap tahun agar komunitas pelestari cikar tetap hidup dan generasi muda mengenal warisan leluhur.

“Kami dari komunitas cikar yang ada di Kediri tetap mohon difasilitasi dan didampingi setiap tahun. Kalau bisa Parade Cikar terus diadakan,” pungkasnya.(Sum/Her)