oleh

LDII Gelar JAMNAS Mbah Man Gowes Sejagad, 1.300 Goweser Padati Kota Kediri

Kediri,Wartapanjalu.com— Deru roda sepeda berpadu dengan semangat kemerdekaan di Kota Kediri. Sekitar 1.200 hingga 1.300 pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam Jambore Nasional (JAMNAS) #2 Mbah Man Gowes Sejagad (MGS) 2026, Sabtu-Minggu (22–23/8/2026).

Mengusung tema “MAPAN Berbudaya”, kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri ini tak sekadar menjadi ajang bersepeda. Lebih dari itu, JAMNAS MGS menjadi ruang bertemunya para goweser dari berbagai daerah sekaligus momentum mempererat persaudaraan dalam semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ketua Panitia Pelaksana JAMNAS #2 MGS, M. Nur Wicaksono, mengatakan persiapan kegiatan tersebut dilakukan sekitar dua bulan. Ia bersyukur agenda nasional komunitas pesepeda itu mendapat sambutan baik dari Pemerintah Kota Kediri.

“Persiapan event ini memakan waktu sekitar dua bulan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena bisa diterima dengan sangat baik untuk menggelar pelepasan di Balai Kota Kediri,” ujar Wicaksono.

Goweser Lintas Pulau, Ada yang Gowes Lima Hari Menuju Kediri
Peserta JAMNAS #2 MGS datang dari berbagai penjuru Indonesia. Tak hanya dari wilayah Jawa, sejumlah goweser juga hadir dari Makassar hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menariknya, ada pula peserta yang memilih menempuh perjalanan menuju Kediri dengan mengayuh sepeda dari kota asalnya. Goweser dari Bekasi dan Jakarta, misalnya, harus menempuh perjalanan sekitar lima hari sebelum tiba di Kota Kediri.

Kehadiran mereka membuat kegiatan tersebut terasa seperti perayaan besar para pecinta sepeda. Bukan sekadar mengejar jarak, tetapi juga membawa semangat persaudaraan hingga melintasi daerah.

Dua Rute, dari Ikon Kota hingga Perbukitan Kediri
Panitia menyiapkan dua pilihan rute untuk memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.

Rute Fun Bike sepanjang 20 kilometer diperuntukkan bagi peserta yang ingin menikmati perjalanan dengan santai. Peserta melewati Sekartaji dan Mrican, kemudian menuju kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) yang menjadi titik checkpoint sekaligus kesempatan mengenal salah satu ikon wisata Kabupaten Kediri.

Sementara itu, Adventure Ride sepanjang 35 kilometer menawarkan tantangan lebih bagi goweser berpengalaman. Rutenya membawa peserta menyusuri kawasan Semen, Sumberpodang, Kanyonan hingga Selopanggung, dengan checkpoint di Bukit Bintang.

Setelah menyelesaikan perjalanan, peserta kembali berkumpul di Ponpes Wali Barokah. Suasana kemudian dilanjutkan dengan panggung gembira, sarapan bersama hingga pembagian doorprize.
JAMNAS #2 MGS ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda yang akan terus berlanjut. Untuk pelaksanaan JAMNAS #3, panitia berencana membawa kegiatan tersebut ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Vinanda: Gowes Jadi Ruang Membangun Kebersamaan
Pelepasan peserta adventure ride berlangsung meriah di halaman Kantor Wali Kota Kediri, Minggu (23/8/2026). Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, hadir langsung menyapa sekaligus melepas para peserta.

Dalam sambutannya, Vinanda mengaitkan tema “MAPAN Berbudaya” dengan visi pembangunan Kota Kediri. MAPAN merupakan akronim dari Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni.

Menurutnya, kegiatan bersepeda seperti JAMNAS MGS memiliki makna lebih luas daripada sekadar olahraga. Gowes menjadi sarana mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam suasana santai, sehat, dan penuh kebersamaan.

“MGS ini bukan sekadar ajang bersepeda bersama, melainkan wadah memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan gotong royong dalam semangat kemerdekaan. Melalui olahraga, kita wujudkan gaya hidup sehat agar menjadi SDM yang produktif dan bermanfaat,” tutur Vinanda.

Ia pun mengajak para peserta memanfaatkan kesempatan berada di Kota Kediri untuk mengenal lebih dekat suasana kota, menikmati kuliner khas, serta membawa pulang oleh-oleh sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Bagi Kota Kediri, kehadiran ribuan goweser tersebut bukan hanya menghadirkan semarak di jalanan. Lebih dari itu, JAMNAS #2 MGS menjadi cara lain memperkenalkan potensi daerah sekaligus mempertemukan semangat olahraga, budaya, wisata, dan persaudaraan dalam satu kayuhan.(Sum/Her)