Kediri,Wartapanjalu.com— Rencana menjadikan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji mulai 2027 mendapat sambutan positif dari DPRD Kabupaten Kediri. Keberadaan embarkasi haji di Kediri dinilai bisa menjadi terobosan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memangkas waktu perjalanan jamaah, khususnya dari wilayah Jawa Timur bagian selatan.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, Anang Prakasa, mengatakan keberadaan embarkasi haji di Bandara Dhoho akan memberikan kemudahan bagi jamaah yang selama ini harus melakukan perjalanan darat menuju Surabaya sebelum melanjutkan proses keberangkatan haji.
“Kalau saya pribadi menanggapi ini sebagai hal yang positif. Harapannya bisa mengurangi jarak tempuh dan waktu tempuh, juga agar jamaah haji lebih nyaman,” kata Anang saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Tak Perlu Semua Jamaah dari Selatan ke Surabaya
Menurut Anang, manfaat paling terasa akan dirasakan jamaah dari wilayah Jawa Timur bagian selatan. Selama ini, jamaah dari sejumlah daerah harus menuju Surabaya untuk mengikuti rangkaian proses keberangkatan.
Dengan adanya Bandara Dhoho sebagai embarkasi, jamaah dari Kabupaten Kediri dan daerah sekitarnya memiliki alternatif titik keberangkatan yang lebih dekat.
“Terutama yang di wilayah Jawa Timur bagian selatan, tidak semuanya harus ke Surabaya,” imbuhnya.
Politisi Partai Golkar tersebut menilai efisiensi waktu penting karena perjalanan ibadah haji bagi jamaah reguler membutuhkan proses yang panjang.
Pengurangan waktu perjalanan pada tahap awal diharapkan membuat jamaah lebih siap secara fisik maupun mental sebelum menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Selama ini, jamaah dari Kabupaten Kediri harus berkumpul sejak malam sebelum kemudian diberangkatkan secara rombongan menuju Surabaya. Perjalanan menuju Surabaya sendiri membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam, belum termasuk proses antrean dan pelayanan setelah tiba di lokasi.
“Kalau ada embarkasi baru di Kabupaten Kediri, Kabupaten Kediri sangat terbantu. Tentunya wilayah sekitar Kabupaten Kediri juga akan terbantu, tidak perlu jauh-jauh lagi ke Surabaya,” jelas Anang.
Trenggalek hingga Tulungagung Berpotensi Ikut Terbantu
Anang menyebut manfaat embarkasi Dhoho tidak hanya dirasakan masyarakat Kabupaten Kediri. Sejumlah daerah di Jawa Timur bagian selatan seperti Tulungagung dan Trenggalek juga berpotensi mendapatkan kemudahan.
Terlebih, menurutnya, masih terdapat wilayah yang akses jalannya belum sepenuhnya terkoneksi secara optimal dengan jalur tol menuju Surabaya.
Karena itu, keberadaan embarkasi di Bandara Dhoho dinilai bisa menjadi alternatif yang lebih efisien bagi jamaah dari kawasan selatan Jawa Timur.
“Kalau semua di satu tempat, ya bagaimana dengan adanya fasilitas baru, adanya Bandara Dhoho, harapannya ada inovasi. Kenapa tidak di-split saja?” tutur Anang.
Ia menilai pemanfaatan Bandara Dhoho untuk keberangkatan haji merupakan bentuk inovasi yang layak didorong.
Apalagi, bandara tersebut telah memiliki fasilitas penerbangan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan jamaah.
Embarkasi Haji Dhoho Bisa Gerakkan Ekonomi Warga
DPRD Kabupaten Kediri juga melihat rencana embarkasi haji bukan hanya dari sisi pelayanan ibadah. Jika Bandara Dhoho nantinya benar-benar menjadi salah satu titik keberangkatan jamaah haji, aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar bandara diperkirakan ikut meningkat.
Keluarga yang mengantar jamaah, misalnya, akan membutuhkan berbagai kebutuhan selama berada di sekitar kawasan bandara. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM lokal.
Mulai dari kuliner, jajanan, oleh-oleh hingga berbagai kebutuhan perjalanan berpotensi ikut terdampak positif.
“Harapannya akan ada efek positif buat masyarakat sekitar. Orang yang mengantar jamaah bisa kulineran, jajanan-jajanan juga bisa laku,” beber Anang.
Menurutnya, efek berganda tersebut menjadi salah satu alasan mengapa rencana embarkasi haji di Bandara Dhoho perlu mendapatkan dukungan. Bukan hanya jamaah yang memperoleh kemudahan, tetapi masyarakat sekitar juga berpeluang merasakan manfaat ekonominya.
DPRD Siap Dukung Sesuai Ketentuan
Anang mengatakan pembahasan mengenai rencana tersebut sejauh ini masih dilakukan melalui komunikasi dan diskusi.
DPRD Kabupaten Kediri juga akan melihat kebutuhan regulasi maupun kebijakan apabila rencana embarkasi haji di Bandara Dhoho benar-benar direalisasikan.
Ia menegaskan DPRD pada prinsipnya siap memberikan dukungan selama seluruh proses dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
“Intinya kami support dan harapannya yang menikmati juga masyarakat sekitar, baik Kabupaten Kediri dan sekitarnya,” ungkapnya.
Anang berharap rencana tersebut tidak berhenti sebatas wacana. Menurutnya, jika seluruh persyaratan dapat dipenuhi, keberadaan embarkasi haji di Kediri akan memberikan manfaat berlapis, mulai dari memudahkan jamaah hingga menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Setiap ada inovasi atau perkembangan baru bagi saya itu sebuah harapan buat kita semua, baik sektor ekonomi, sektor ibadah, maupun kenyamanan jamaah. Harapannya semua akan baik dan positif,” pungkasnya.
Pemkab Kediri Siapkan Hotel Haji
Dukungan terhadap rencana embarkasi haji tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menyiapkan fasilitas pendukung di kawasan Bandara Dhoho.
Sebelumnya, Pemkab Kediri telah menyerahkan sertifikat tanah kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk mendukung rencana pembangunan Hotel Haji.
Lahan yang berada di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, tersebut memiliki luas sekitar 59.307 meter persegi. Aset tersebut disiapkan sebagai salah satu fasilitas pendukung pelayanan jamaah haji di kawasan Bandara Dhoho.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan pembangunan Hotel Haji tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Kediri.
“Penyerahan sertifikat tanah ini menjadi langkah strategis dalam mendukung rencana pembangunan Hotel Haji di Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Dewi juga meminta masyarakat memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar setiap tahapan dapat berjalan dengan baik.
Target Embarkasi Haji Dhoho Dibuka 2027
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf sebelumnya menyampaikan pemerintah menargetkan Bandara Internasional Dhoho Kediri dapat dibuka sebagai embarkasi haji pada 2027.
Target tersebut membuat sejumlah fasilitas pendukung perlu dipersiapkan sejak dini. Salah satunya adalah Hotel Haji yang direncanakan berada di kawasan sekitar Bandara Dhoho.
Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk merealisasikan pembangunan fasilitas tersebut.
Jika rencana tersebut terealisasi, Bandara Dhoho tidak hanya menjadi infrastruktur transportasi udara, tetapi juga berpotensi menjadi pintu keberangkatan jamaah haji dari Kediri dan sejumlah wilayah Jawa Timur bagian selatan.
Bagi jamaah, perubahan itu berarti perjalanan menuju titik keberangkatan bisa menjadi lebih singkat. Sementara bagi masyarakat sekitar, hadirnya aktivitas jamaah dan keluarga pengantar membuka peluang ekonomi baru di kawasan Bandara Dhoho.(Sum/Her)
