oleh

Korban Tenggelam KMP Virgo: Isak Tangis Sambut Kepulangan Aditya di Puncu Kediri

Jenazah Aditya Firmansyah (19), kernet truk korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, tiba di rumah duka di Puncu Kediri Jumat pagi. Keluarga terima santunan Rp70 juta, sementara kakaknya masih dalam pencarian.

Kediri,WartaPanjalu.com – Suasana duka menyelimuti Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jumat (25/9/2026). Jenazah Aditya Firmansyah (19), korban kecelakaan kapal KMP Virgo Transport 8, akhirnya tiba di rumah duka sekitar pukul 09.55 WIB.

Tangis keluarga pecah saat iring-iringan tiga kendaraan yang membawa peti jenazah memasuki gang menuju rumah. Warga sekitar pun telah berkumpul sejak pagi untuk memberikan penghormatan terakhir.

Jenazah Aditya sebelumnya diberangkatkan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Bandara Juanda, Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Kediri.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Ariyanto, Kapolres Kediri beserta jajaran pejabat utama Polres Kediri turut hadir melayat dan mengikuti salat jenazah di rumah duka. Usai disalatkan, almarhum langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Aditya dikenal warga sebagai pemuda pekerja keras. Sehari-hari ia bekerja sebagai kernet truk. Saat kejadian, ia berada di atas KMP Virgo Transport 8 bersama kakak kandungnya, Tri Sutrisno (30), yang berprofesi sebagai sopir truk.

Kapal KMP Virgo Transport 8 sendiri dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Masalembo pada Minggu (13/9/2026) lalu.

Keluarga Terima Santunan Rp70 Juta dari Jasa Raharja

Di tengah duka, keluarga almarhum menerima santunan dari negara. Kepala Cabang Jasa Raharja Kediri, Nur Asnawi Azis, memastikan santunan sebesar Rp70 juta telah disalurkan kepada ahli waris.

“Jadi total santunan Rp70 juta. Santunan tersebut diberikan kepada ahli warisnya, yaitu orang tuanya,” kata Nur Asnawi Azis, Jumat (25/9/2026).

Ia merinci, santunan tersebut terdiri dari Rp50 juta dari Jasa Raharja dan Rp20 juta dari Jasa Raharja Putera. Proses administrasi dilakukan setelah data korban diteruskan dari Banjarmasin ke Kediri dan diproses di kantor pusat, kemudian dana ditransfer langsung ke rekening orang tua korban.

Nasib Sang Kakak Masih Misteri

Sementara Aditya telah teridentifikasi oleh Tim DVI Polda Kalimantan Selatan dan dipulangkan, keberadaan sang kakak, Tri Sutrisno, hingga Jumat siang masih belum ada kepastian.

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Tri telah ditemukan selamat. Namun informasi tersebut dibantah oleh BPBD Kabupaten Kediri.

Ariyanto menegaskan pihaknya hanya berpedoman pada rilis resmi dari Basarnas sebagai sumber tunggal informasi pencarian korban.

“Belum. Ternyata informasi itu keliru, tidak sama dengan laporan yang ada. Kita lihat rilis dari Basarnas saja,” ujarnya.

“Kami satu sumber komunikasinya dari Basarnas. Salah beritanya. Tapi kami tetap berpegangan pada data dari Basarnas saja. Karena kalau tidak masuk dalam daftar, berarti belum ditemukan,” tegas Ariyanto.

Kini keluarga di Dusun Nanas masih setia menunggu kabar resmi terkait pencarian Tri Sutrisno, dengan harapan ada titik terang dari tim SAR di lapangan.(Sum/Her)