Pelatih Persik Kediri waspadai Danilo Santacruz hingga Gali Freitas, tapi tekankan persiapan game plan kolektif untuk amankan poin di Stadion Brawijaya
Kediri,WartaPanjalu.com – Persik Kediri menatap laga kontra Madura United dengan kepercayaan diri tinggi. Meski calon lawan dalam tren positif, pelatih Marcos Reina Torres yakin Macan Putih mampu mengamankan kemenangan di kandang.
Laga Persik Kediri melawan Madura United dijadwalkan berlangsung di Stadion Brawijaya Kediri, Jumat (9/10/2026). Laga ini diprediksi sengit, mengingat Laskar Sape Kerrab datang dengan modal tiga kemenangan beruntun.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengakui performa impresif Madura United. Menurut pelatih asal Spanyol itu, catatan tiga kemenangan beruntun menjadi bukti kualitas tim tamu yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Mereka adalah tim yang bagus. Tidak mungkin sebuah tim bisa menang tiga kali kalau bukan tim yang bagus. Itulah sebabnya kami harus sangat fokus,” kata Marcos dalam sesi konferensi pers jelang laga, Selasa (6/10/2026).
Meski mengakui kekuatan lawan, Marcos menegaskan timnya telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam agresivitas Madura United. Ia menekankan, Persik tidak akan bermain bertahan, melainkan fokus pada identitas permainan yang selama ini dikembangkan.
“Kami percaya kepada diri sendiri, percaya kepada pemain, cara kami bermain, dan menyiapkan strategi terbaik yang bisa kami lakukan. Kami punya kepercayaan untuk memenangkan pertandingan ini,” tegasnya.
Eks pelatih akademi La Liga itu menambahkan, kepercayaan diri skuad Macan Putih saat ini sedang berada di level tertinggi. Dengan performa tim yang terus meningkat, ia optimistis Persik mampu meladeni tantangan dari tim manapun di kompetisi.
“Kami percaya bisa mengalahkan siapapun di kompetisi, termasuk Madura United,” jelasnya.
Secara khusus, Marcos menyebut ada beberapa nama pemain Madura United yang patut diwaspadai. Tiga pemain asing, yakni Danilo Santacruz, Jaja atau Hugo Gomes, serta Gali Freitas, dinilai memiliki kualitas individu yang bisa menjadi pembeda di lapangan.
Namun, juru taktik 45 tahun itu tidak ingin anak asuhnya hanya terpaku pada penjagaan individu. Fokus utama, kata dia, tetap pada pembacaan skema kolektif lawan.
“Kami tahu banyak pemain mereka karena mereka memiliki tim yang bagus. Tapi kami melihat mereka sebagai sebuah tim, memperhatikan dengan baik apa yang mereka mainkan. Kami akan mempersiapkan apa yang bisa kami lakukan serta game plan terbaik,” pungkas Marcos.(Sum/Her)
