oleh

Pasar Ngadiluwih Kediri Siap Beroperasi 24 Jam, 714 Pedagang Segera Tempati Lapak Baru

Revitalisasi Pasar Pascakebakaran Ditargetkan Diresmikan November 2026, Pengundian Lapak Dijadwalkan 27–30 Oktober

Kediri,WartaPanjalu.com — Penantian pedagang dan masyarakat terhadap wajah baru Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, segera berakhir. Revitalisasi pasar yang dilakukan setelah kebakaran pada 2025 itu kini hampir rampung dan ditargetkan siap diresmikan pada November 2026.

Tak sekadar memperbaiki bangunan, Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan konsep operasional pasar selama 24 jam untuk menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi pedagang lama maupun pendatang baru.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan perkembangan tersebut setelah meninjau langsung kondisi Pasar Ngadiluwih pada Rabu (14/10). Berdasarkan progres pekerjaan di lapangan, pasar diperkirakan siap diresmikan pada November mendatang.

“Ini sedang sosialisasi kepada teman-teman pedagang yang selama ini menempati TPPS (Tempat Penampungan Pedagang Sementara),” kata Mas Dhito.

Pasar Ngadiluwih kini tampil dengan bangunan yang lebih megah, mengusung perpaduan konsep tradisional, modern, dan berbudaya. Pengelolaannya akan mengadopsi pola operasional Pasar Wates yang membagi aktivitas perdagangan ke dalam tiga shift.

Shift pertama berlangsung pada sore hingga malam hari untuk pedagang kuliner. Selanjutnya, aktivitas perdagangan sayur berlangsung mulai dini hari hingga pagi, disusul pedagang los dan kios pada pagi hingga siang hari.

Pola tersebut diharapkan membuat pasar tetap hidup sepanjang hari. Selain memberi ruang bagi pedagang lama, konsep ini juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha baru untuk meramaikan aktivitas perdagangan, khususnya sektor kuliner.

Pasar Ngadiluwih juga dilengkapi area food court yang disiapkan untuk menampung aneka kuliner khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri. Dengan area halaman yang luas, kawasan pasar berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi dan tempat berkumpulnya masyarakat pada malam hari.

“Seluruh pedagang yang sudah ada bisa masuk semuanya, total pedagang (termasuk yang masuk daftar tunggu) ada 714 dan lapak yang tersedia 805 (belum termasuk pelataran untuk lesehan),” ungkap Mas Dhito.

Dengan kapasitas tersebut, pemerintah daerah berharap penataan pasar dapat mengakomodasi pedagang yang selama ini berjualan di tempat penampungan sementara maupun mereka yang telah masuk daftar tunggu.

Mas Dhito juga membuka peluang pengembangan aktivitas kuliner pada malam hari, termasuk kemungkinan menghadirkan hiburan musik langsung atau live music, sebagaimana yang berpotensi dikembangkan di Pasar Wates.

Tak hanya membenahi bagian dalam, Pemkab Kediri juga berencana memperbaiki pedestrian di depan pasar pada 2027. Penataan tersebut sekaligus ditujukan untuk mengakhiri praktik berjualan di tepi jalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan akses pengunjung.

“Di tahun 2027 pedestrian di depan pasar juga akan kita perbaiki. Dan yang paling penting nantinya tidak ada pedagang yang berjualan di depan pasar, semua masuk ke dalam seperti Pasar Wates,” terang Mas Dhito.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, pekerjaan revitalisasi saat ini memasuki tahap akhir. Salah satu pekerjaan yang masih membutuhkan penyelesaian cukup besar adalah pemasangan fasad pada salah satu bagian los.

Di luar penyelesaian fisik bangunan, pemerintah daerah juga mulai menyosialisasikan mekanisme penempatan lapak kepada para pedagang. Tahap berikutnya adalah pengundian lapak yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Oktober 2026.

Tutik menyebut seluruh pedagang ditargetkan sudah berpindah dan mulai berjualan di pasar baru pada Desember 2026.

Pihaknya juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berjualan kuliner di area pelataran Pasar Ngadiluwih. Meski demikian, pemerintah akan memprioritaskan pedagang yang sebelumnya berjualan di depan pasar agar mereka mendapat kesempatan menempati lokasi yang lebih tertata.

“Kami juga membuka siapa saja yang dari luar mau masuk (berjualan kuliner) ke sini,” tambahnya.

Dengan revitalisasi yang hampir selesai, Pasar Ngadiluwih diharapkan tidak hanya menjadi pusat jual beli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghidupkan ekonomi malam dan memperluas peluang usaha masyarakat di Kabupaten Kediri.(Sum/Her)