oleh

BI Kediri Bawa UMKM Mataraman Tembus ISEF 2026, Potensi Bisnis Capai Rp2,5 Miliar

Tujuh UMKM binaan Bank Indonesia Kediri tampil di ajang ekonomi syariah nasional. Pelaku usaha Mataraman menjajaki kerja sama dengan buyer domestik dan internasional.

Kediri,WartaPanjalu.com — Produk unggulan UMKM Mataraman mendapat kesempatan menembus pasar yang lebih luas melalui Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri membawa tujuh UMKM binaannya ke ajang ekonomi dan keuangan syariah berskala nasional tersebut, dengan potensi transaksi business matching mencapai Rp2,5 miliar.

ISEF ke-13 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Kehadiran UMKM Mataraman menjadi bagian dari upaya BI Kediri memperluas akses pasar, memperkuat daya saing produk halal, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha dari dalam dan luar negeri.

Pih. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Deasi Surya Andariina, Asisten Direktur, mengatakan partisipasi UMKM Mataraman dalam ISEF merupakan kelanjutan dari pendampingan ekonomi syariah yang dilakukan BI Kediri, mulai dari tingkat daerah hingga pasar nasional.

“Keikutsertaan UMKM binaan Bank Indonesia Kediri dalam ISEF 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan Mataraman ke pasar yang lebih luas. Kami berharap pelaku usaha tidak hanya memperoleh pengalaman mengikuti pameran, tetapi juga dapat membangun kemitraan bisnis dan memperluas akses pembiayaan syariah,” ujar Deasi.

Tujuh UMKM binaan BI Kediri yang berpartisipasi dalam ISEF 2026 yakni Arbilest Coffee, CV Temon Agro Lestari, CV Alsafood, CV Laksita, CV Nawasena Pangan Kreatif, PT Yuksri Prima Indonesia, dan UD Ibu Sam.

Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari makanan dan minuman halal, modest fashion, wastra, hingga kerajinan. Selain mengikuti pameran, para pelaku usaha dan pesantren juga mendapat kesempatan mengikuti business matching, Forum Bisnis Pesantren, serta silaturahmi pesantren.

Dari rangkaian pertemuan bisnis tersebut, UMKM Mataraman menjajaki kerja sama dengan buyer domestik dan internasional. Potensi business matching yang tercatat mencapai Rp2,5 miliar.

Berawal dari Road to ISEF di Mataraman

Dukungan BI Kediri terhadap ISEF 2026 telah dimulai melalui rangkaian Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR), sebagai bagian dari Road to ISEF.

Puncaknya, Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 digelar pada 25–27 September 2026. Dalam rangkaian SYIAR, BI Kediri memfasilitasi lebih dari 90 UMKM dan unit usaha pesantren dari wilayah Mataraman.

Wilayah kerja BI Kediri yang mencakup 13 kabupaten/kota memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Sejumlah komoditas unggulan, seperti kopi, gula aren, pangan olahan, dan wastra, menjadi modal bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat posisi di pasar produk halal.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, BI Kediri terus mendorong pendampingan sertifikasi halal, peningkatan kualitas dan kemasan produk, penguatan kemandirian ekonomi pesantren, digitalisasi pembayaran melalui QRIS, serta fasilitasi akses pembiayaan syariah.

ISEF Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

ISEF 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Ajang ini menjadi wadah kolaborasi pemerintah, otoritas, industri, akademisi, pesantren, dan pelaku UMKM untuk memperkuat rantai nilai halal serta memperluas inklusi keuangan syariah.

Diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026, ISEF menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring serta melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal. Agenda yang disiapkan meliputi pameran, business matching perdagangan dan wastra, forum bisnis pesantren, serta forum nasional dan internasional di bidang halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan pariwisata ramah muslim.

Tahun ini, ISEF juga berkolaborasi dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dan menghadirkan inovasi digital untuk menjangkau generasi muda, di antaranya kompetisi Video Kreatif Ekonomi Syariah (VITRAH) dan ISEF World Island di platform Roblox.

Melalui partisipasi UMKM Mataraman, BI Kediri berharap pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada promosi produk, tetapi berlanjut menjadi kemitraan usaha yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, dan terbukanya peluang pasar baru.

Masyarakat dapat mengunjungi ISEF 2026 di JICC Senayan, Jakarta, atau mengakses informasi melalui www.isef.co.id dan aplikasi ISEFun di https://apps.isef.co.id.(*/sum/her)