oleh

Gus An’im Kawal Sekolah Rakyat Lirboyo: Didik Anak Miskin Ekstrem Butuh Guru Ekstra Sabar

Kediri,WartaPanjalu.com – Program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan rentan ekstrem harus dikawal serius. Penegasan itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, KH. An’im Falachuddin Mahrus, M.Pd atau Gus An’im, saat diseminasi program prioritas Presiden dan sosialisasi Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Lirboyo, Kota Kediri.

Di hadapan pengelola, guru, dan pendamping PKH, Gus An’im tak hanya bicara soal bangunan megah. Ia bicara soal masa depan.

Tiga Pesan Keras untuk Sekolah Rakyat

Gus An’im menitipkan tiga poin krusial:

1. Rawat Fasilitas Seperti Rumah Sendiri.
Anggaran Sekolah Rakyat tidak sedikit. Ia meminta Dinas Sosial dan Pemkot Kediri benar-benar merawat gedung dan seluruh isinya.

2. Guru Harus Ekstra Sabar dan Terpilih.
Ini yang paling berat. Murid-murid Sekolah Rakyat bukan murid biasa. Mereka datang dari jalanan, dari keluarga yang terbiasa hidup bebas, kurang disiplin, dan minim motivasi belajar.

“Yang paling berat adalah menghadapi karakter mereka yang suka hidup bebas, tidak disiplin, dan tidak punya semangat mencari ilmu. Maka guru-guru di sini harus betul-betul ekstra dan terpilih,” tegas Gus An’im.

3. Bentuk Karakter Tangguh Bersama TNI.
Untuk mengimbangi itu, unsur kedisiplinan di Sekolah Rakyat Lirboyo melibatkan TNI. Tujuannya jelas: membangun karakter yang tangguh, disiplin, dan teruji.

Tak Berhenti di Ijazah SMA

Gus An’im juga mendorong kebijakan yang lebih besar. Ia mendesak Kementerian Sosial untuk menambah kuota Sekolah Rakyat dari SD, SMP, hingga SMA agar tidak ada lagi anak dari keluarga miskin ekstrem yang terlewat.

Bahkan, ia berpikir jauh ke depan: soal nasib alumni.

“Jangan sampai setelah lulus SMA mereka bingung mau ke mana. Harus ada jembatan ke perguruan tinggi berkualitas dan ke perusahaan mitra, agar bisa bekerja sambil kuliah,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan perwakilan Direktorat Pemberdayaan Sosial Keluarga Miskin dan Rentan Kemensos, Anak Agung Ayu Mirah Kirani. Ia memastikan rekrutmen siswa dilakukan jemput bola oleh pendamping lapangan, menyasar langsung keluarga desil 1 dan desil 2 agar program tepat sasaran.

Bantuan Rp 5 Juta untuk Ekonomi Keluarga

Dalam kunjungan itu, Gus An’im juga menyerahkan secara simbolis Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kemensos.

Salah satu penerima, Agustinawati, tak bisa menyembunyikan haru. Bantuan Rp5 juta yang diterimanya diharapkan menjadi modal awal untuk menggerakkan ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah, sangat membantu. Semoga bisa terus berlanjut,” ucapnya.

Sekolah Rakyat Lirboyo bukan sekadar sekolah. Ia menjadi harapan baru, agar anak-anak dari garis paling bawah tetap punya tangga untuk naik.(Sum/Her)