oleh

Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman, Kediri Dorong Sinergi Lintas Instansi

Imam Wihdan tekankan kolaborasi pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk menegakkan aturan sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi keselamatan pelajar.

Kediri,WartaPanjalu.com – Mewujudkan perjalanan sekolah yang aman dan nyaman membutuhkan sinergi pemerintah, kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Hal tersebut menjadi perhatian dalam sosialisasi produk hukum yang digelar anggota DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, di Kelurahan Lirboyo, Minggu (1/11/2026).

Mengangkat tema “Kolaborasi, Awasi, dan Lindungi Anak”, kegiatan ini membahas keselamatan pelajar, ketertiban berlalu lintas, serta kebutuhan transportasi yang aman.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri itu menegaskan, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan satu instansi saja. Semua elemen harus bergerak ke arah yang sama, termasuk masyarakat yang berperan penting dalam mematuhi aturan.

” Kolaborasi membutuhkan semua elemen bergerak ke arah yang sama, termasuk masyarakat untuk mematuhi aturan dengan menawarkan alternatif solusi agar aturan bisa dieksekusi Kolaborasi Guyub Ngurusi Kediri,” ujar Imam.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kediri, Aditya Bagus Prawicaksono, mengimbau orang tua memastikan anak berangkat sekolah menggunakan transportasi yang aman, termasuk memanfaatkan layanan Bus Satria bagi pelajar yang membutuhkan.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Kediri Kota, Iptu Iwan Suleman, SH, mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, termasuk persyaratan usia dan kepemilikan SIM.

Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Perhubungan Kota Kediri, Hasan Subekti H., menambahkan, Bus Satria didukung lima armada operasional dan satu unit cadangan untuk membantu mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Dalam sesi dialog, masyarakat juga menyampaikan masukan terkait kondisi trotoar, keberadaan pedagang kaki lima, dan pengaturan lalu lintas di sekitar sekolah. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan koordinasi lintas instansi untuk menemukan solusi yang mengutamakan keselamatan pelajar tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lainnya.

Imam berharap, sosialisasi ini tidak berhenti pada dialog, tetapi berlanjut pada langkah nyata melalui komunikasi, kepatuhan terhadap aturan, dan pembagian peran yang jelas.

Melalui semangat Guyub Ngurusi Kediri, seluruh elemen diharapkan bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.(Sum/Her)