oleh

BI Kediri Dorong Pelaku Usaha Berani Berinovasi, Jangan Hanya Bertahan Hadapi Ketidakpastian Global

Karanganyar,WartaPanjalu.com – Bank Indonesia (BI) Kediri mendorong pelaku usaha untuk berani melakukan terobosan dan inovasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pelaku usaha diminta tidak hanya bertahan, tetapi mulai memperluas pasar, memanfaatkan e-commerce hingga membidik peluang ekspor.

Pesan tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri, Deasi Surya Andarina, dalam kegiatan *Capacity Building Media* di Balai Branti, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dalam pemaparannya, Deasi menyoroti tekanan ekonomi global yang berdampak terhadap stabilitas nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut menuntut berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, untuk mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi.

Ia juga menjelaskan langkah kebijakan moneter BI dalam menjaga stabilitas rupiah, termasuk penyesuaian suku bunga acuan yang berdampak terhadap suku bunga perbankan.

Menurutnya, tantangan ke depan tidak semakin ringan. Ancaman El Nino yang berpotensi memengaruhi sektor pangan juga perlu diantisipasi melalui strategi bisnis yang lebih adaptif.

“Kita tidak bisa lagi business as usual. Dari mode bertahan, kita harus berubah menjadi mode mencari terobosan dan inovatif. Pelaku usaha perlu melirik pasar e-commerce serta memperluas potensi ekspor,” tegas Deasi.

BI Kediri menekankan tiga langkah penting untuk menjaga optimisme ekonomi. Pertama, pelaku usaha harus terus berinovasi dan menciptakan nilai tambah agar mampu menjangkau pasar lebih luas.

Kedua, masyarakat didorong mengutamakan produk lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang impor sekaligus memperkuat ekonomi nasional.

Ketiga, menjaga optimisme dengan mendukung produk UMKM dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah.

Melalui strategi tersebut, BI berharap pelaku usaha tidak sekadar mampu melewati tekanan ekonomi, tetapi juga menjadikan ketidakpastian sebagai peluang untuk berkembang dan meningkatkan daya saing.(Sum/Her)