Kediri,Wartapanjalu.com– Persik Kediri tidak main-main menyambut Super League 2026/2027. Klub berjuluk Macan Putih ini langsung tancap gas dengan memperkenalkan lima pemain baru sekaligus di Stadion Brawijaya, Rabu (29/7/2026).
Langkah ini bukan sekadar belanja pemain. Manajemen menyebut, perekrutan ini adalah hasil evaluasi mendalam bersama tim pelatih untuk menambal kelemahan musim lalu. Kombinasinya pun pas: ada talenta muda haus pembuktian, pemain serbabisa, hingga mereka yang sudah kenyang pengalaman di kompetisi tertinggi.
Lima amunisi anyar tersebut adalah Zanadin Fariz dan Fransiskus Alesandro untuk lini tengah, serta Althaf Indie Alrizky, Daffa Salman, dan Dzaky Ashraf untuk sektor belakang dan sayap.
Duet Gelandang Kreatif dari Solo dan Madura
Di jantung permainan, Persik Kediri kini punya dua sumber kreativitas baru.
Fransiskus Alesandro, gelandang serang 24 tahun eks Madura United, jadi salah satunya. Pemain kelahiran 2002 itu mengaku langsung klik dengan visi klub musim ini.
“Tim ini sangat serius. Harapannya saya bisa membantu tim meraih posisi klasemen yang lebih baik lagi musim depan,” ungkap Alessandro dengan nada optimis.
Nama kedua adalah Zanadin Fariz yang diboyong sepaket dengan Althaf Indie dari Persis Solo. Zanadin adalah definisi pemain versatile. Ia sama nyamannya bermain sebagai gelandang tengah, winger kanan, hingga striker. Bagi Zanadin, Kediri adalah panggung pembuktian.
“Persik Kediri adalah klub yang bagus dan punya banyak pemain berkualitas. Saya bisa belajar banyak dari mereka. Targetnya pasti membantu tim meraih hasil lebih baik,” ujarnya.
Keluar dari Zona Nyaman Demi Panji Macan Putih
Masih dari paket Persis Solo, ada Althaf Indie Alrizky. Winger lincah kelahiran 2003 ini siap mengacak-acak pertahanan lawan dari sisi kanan maupun kiri.
Keputusannya pindah ke Kediri ternyata bukan soal menit bermain saja.
“Saya ingin keluar dari zona nyaman dan mencari tantangan baru. Atmosfer suporter Persik itu luar biasa membara. Semoga bisa membantu Persik Kediri meraih hasil maksimal,” tegas Althaf.
Tembok Baru dengan Mental Juara Eks PSM Makassar
Jika lini tengah soal kreativitas, lini belakang soal kekokohan. Persik mendatangkan duo muda eks PSM Makassar: Daffa Salman dan Dzaky Ashraf.
Daffa Salman (22) diproyeksikan menjadi solusi di pos bek kanan. Ia datang dengan misi sederhana: adaptasi cepat dan jam terbang tinggi.
“Semoga bisa cepat beradaptasi dan bisa lebih banyak bermain,” tutur Daffa singkat, lugas.
Sementara Dzaky Ashraf yang setahun lebih muda disiapkan sebagai senjata transisi. Dengan energi dan kecepatan yang ia miliki, Dzaky merasa menemukan rumah baru untuk bangkit.
“Bergabung bersama Persik Kediri, saya merasakan suasana baru, tempat baru, dan semangat baru. Semoga ini jadi langkah saya meraih hasil yang lebih baik bersama Persik musim ini,” kata Dzaky.
Bukan Rekrutan Asal, Sudah Sesuai DNA Persik
Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menegaskan kelima pemain ini tidak direkrut asal comot. Semua sudah melalui analisis ketat dan disesuaikan dengan DNA Macan Putih yang mengandalkan permainan cepat dan transisi agresif.
“Kami menyambut dengan bangga kehadiran para pemain baru ini di keluarga besar Persik Kediri. Dengan semangat dan talenta yang mereka miliki, semoga bisa membawa Persik Kediri mencapai target yang telah ditetapkan musim depan,” pungkas Rachmad.
Dengan fondasi baru ini, Persik Kediri memberi sinyal jelas: musim depan mereka tidak ingin hanya sekadar bertahan, tapi siap bertarung di papan atas Super League.(Nang)











Komentar