oleh

Solidaritas dari Blitar: 8,8 Ton Telur dan Sambal Pecel Khas Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Blitar,Wartapanjalu.com– Duka yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggerakkan hati warga di ujung timur Jawa. Dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur, iring-iringan kepedulian diberangkatkan melalui jalur darat menuju Flores. Bukan sekadar bantuan, ini adalah cerita tentang ketulusan di tengah kesulitan.

Berbagai bantuan terkumpul, mulai dari yang paling khas hingga paling dibutuhkan. Ada 365 kilogram sambal pecel, ikon kuliner Blitar, beras 2,6 ton, gula 2 ton, susu segar, hingga mie instan. Namun yang paling menyentuh, adalah 8,8 ton telur ayam yang datang langsung dari para peternak.


Di Tengah Harga Anjlok, Peternak Justru Berbagi
Di saat harga telur ayam beberapa kali terjun bebas di bawah harga ambang pasar dan harga pakan yang melambung tinggi, para peternak Blitar justru memilih untuk berbagi.

Sebanyak 8,8 ton telur ayam itu terkumpul dalam waktu singkat dari 14 peternak yang tergabung dalam Koperasi Bina Peternak Karya Bersama. Sebuah jumlah yang fantastis, lahir dari kondisi yang tidak mudah.

“Meski kami sendiri sedang dalam kesulitan karena harga telur anjlok dan pakan mahal, kami tidak bisa diam melihat saudara-saudara kita di NTT tertimpa bencana. Ini wujud kemanusiaan kami,” ujar Eti Marlina, Ketua Koperasi Bina Peternak Karya Bersama.

Bagi mereka, telur bukan sekadar komoditas, tapi sumber protein yang bisa langsung menyelamatkan dan menguatkan para korban di pengungsian.

Dilepas Bupati, Nilai Bantuan Capai Rp300 Juta
Seluruh bantuan yang diperkirakan bernilai total sekitar Rp300 juta ini secara resmi diberangkatkan oleh Bupati Blitar, Rijanto, dari halaman Kantor Bupati Blitar di Kanigoro.

Bantuan dari berbagai elemen masyarakat Blitar ini tidak langsung menuju NTT. Truk-truk pembawa bantuan akan terlebih dahulu menuju Surabaya untuk dihimpun di BPBD Provinsi Jawa Timur sebelum selanjutnya dikirimkan melalui jalur laut menuju Flores.

Bupati Rijanto menyampaikan apresiasi mendalam atas gotong royong warga Blitar.

“Ini adalah bentuk solidaritas luar biasa dari warga Kabupaten Blitar. Saya berharap bantuan ini, terutama telur ayam, bisa segera sampai dan segera didistribusikan agar tidak terlambat dan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak di NTT,” harap Rijanto.

Dari Blitar untuk NTT. Sebuah pesan sederhana bahwa jarak ribuan kilometer tidak pernah menjadi penghalang untuk rasa kemanusiaan.(Sum/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed