Kediri,Wartapanjalu.com —Ruang pertemuan Hotel Lotus Kediri tampak bergemuruh oleh antusiasme sekitar 300 pelajar dari berbagai SMA dan SMK se-Kota Kediri pada Kamis (3/9/2026). Seminar bertajuk Tren Hospitalitas 2027 dan Peluang Karier Global ini digelar untuk membedah peta persaingan kerja internasional, sekaligus membakar semangat generasi muda daerah agar berani melangkah ke panggung dunia.
Acara yang digagas atas kolaborasi sektor pendidikan, pemerintah, dan lembaga pelatihan ini berfokus mendobrak ketakutan para lulusan muda untuk menjajal peluang karier di luar negeri, khususnya di negara-negara yang tengah membutuhkan banyak tenaga profesional seperti Yunani, Arab Saudi, hingga Bulgaria.
Pemkot Kediri Apresiasi Inisiatif Pembukaan Peluang Kerja Global
Langkah kolaboratif ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kediri. Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Kota Kediri, Eko Lukmono, menyambut positif upaya pihak swasta dan institusi pendidikan yang bersinergi memperluas cakrawala berpikir para siswa.
Eko Lukmono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, mengamini bahwa wawasan generasi muda di Kediri mengenai peluang kerja internasional memang masih perlu terus dibuka dan didorong.
”Pemerintah Kota Kediri sangat mendukung usaha dari pihak swasta dan sekolah dalam memberikan peluang yang lebih luas bagi anak-anak didik kita untuk berani melangkah ke luar negeri. Namun tentu, keberanian itu harus dibekali dengan kompetensi yang mumpuni. Kita berharap ke depan anak-anak Kediri memiliki wawasan yang lebih global serta berdaya saing internasional,” tegas Eko Lukmono.
Mengikis Ketimpangan Alumni yang Go International
Isu mendasar yang menjadi pemantik kegiatan ini adalah masih relatif rendahnya partisipasi alumni sekolah menengah asal Kediri yang bekerja di luar negeri jika dibandingkan dengan wilayah sekitarnya.
Kasi Pendidikan SMK/SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri, Sidik Purnomo, S.Pd., M.Si., menegaskan pentingnya pemberian wawasan sejak dini agar para siswa SMA dan SMK dapat bersaing secara global.
”Data selama ini menunjukkan alumni kita yang bekerja di luar negeri masih relatif rendah dibanding kabupaten/kota lain. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan informasi mengenai kompetensi apa saja yang dibutuhkan, terutama penguasaan bahasa asing. Harapannya, makin banyak siswa kita yang berani mengambil peluang ini,” ujar Sidik.
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Keberanian Siswa
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi, Imam Wihdan Zarkasyi, S.T., M.M., menilai bahwa keberanian untuk merambah karier internasional harus dibarengi dengan pemahaman yang utuh serta pembekalan yang tepat.
”Acara ini melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas dan sekolah, untuk bersama-sama memberi pemahaman bahwa peluang kerja itu tidak hanya ada di dalam kota atau area terdekat kita saja. Kita ingin menginisiasi agar anak-anak Kota Kediri berani menjangkau luar negeri. Tentu hal itu membutuhkan persiapan kompetensi dan pemahaman tentang peluang apa saja yang terbuka demi kehidupan yang lebih baik,” ungkap Imam.
Mengubah Impian Menjadi Nyata: Pengalaman Praktisi Disney Cruise Line
Sesi yang paling menyedot perhatian 300 peserta yang hadir adalah penuturan Nina Permanti, seorang putri daerah asal Kauman, Sambirejo, Kediri, yang kini sukses menjabat sebagai Housekeeping Manager di kapal pesiar ternama dunia, Disney Cruise Line.
Berbekal pengalaman hampir dua dekade di industri perhotelan dan kapal pesiar internasional sejak 2006, Nina membeberkan realita perbandingan bekerja di dalam dan luar negeri. Menurutnya, salah satu daya tarik utama bagi anak muda tentu ada pada nilai pendapatan.
”Perbandingannya cukup mencolok, terutama dari sisi pendapatan. Gaji entry-level di luar negeri bisa dimulai dari 900 USD atau Euro—bahkan untuk posisi yang sama nilainya bisa berkali-kali lipat dibanding standar lokal. Apalagi dengan kurs mata uang yang terus menguat,” jelas Nina.
Meski begitu, ia mengingatkan adanya tantangan seperti rasa rindu rumah (homesick). Namun, dengan kemudahan komunikasi saat ini serta hadirnya komunitas pekerja asal Indonesia di luar negeri, tantangan tersebut kian mudah diatasi.
Menyiapkan Sumber Daya Manusia yang Skillfull
Merespons potensi besar tersebut, Director of NEPTUNE KEDIRI, M. Nabil Ronardi, menekankan bahwa kunci utama untuk menembus pasar kerja internasional bukanlah sekadar keberanian, melainkan kesiapan kompetensi dan keabsahan prosedur.
”Kami tidak mencetak pekerja unskilled, melainkan tenaga kerja yang skillful. Syarat utamanya adalah penguasaan bahasa Inggris dan kompetensi teknis di bidang perhotelan atau kapal pesiar, baru kemudian kelengkapan dokumen seperti paspor,” terang Nabil.
Nabil menambahkan, lembaga yang dipimpinnya memfasilitasi seminar wawasan sekaligus job fair dan penyaluran langsung ke P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) yang resmi dan legal.
”Prinsip kami jelas: bermimpilah setinggi langit, tetapi mulailah step-by-step. Maksudnya, tujuannya jelas ingin kerja, tapi jangan lupa prosesnya. Harus mau belajar sungguh-sungguh dan tidak malas berproses,” tutup Nabil.
Melalui sinergi antara Pemkot Kediri, DPRD, regulator pendidikan, praktisi, dan lembaga pelatihan, Kota Kediri optimistis mampu melahirkan generasi muda yang berwawasan global, kompeten, dan siap mengukir prestasi di kancah internasional.(Sum/Her)










Komentar