Tiga Hari Digelar, SYIAR 2026 Perkuat Akses Pembiayaan dan Pasar bagi Pelaku Usaha Syariah
Kediri,Wartapanjalu.com – Semarak Ekonomi Syariah Mataraman (SYIAR) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, di Balai Kota Kediri. Bukan sekadar menjadi ruang edukasi ekonomi syariah, kegiatan ini juga berhasil mempertemukan pelaku usaha dengan akses pembiayaan dan pasar yang lebih luas.
Selama penyelenggaraan, SYIAR 2026 mencatat total transaksi dan business matching mencapai Rp14,08 miliar. Angka tersebut berasal dari business matching pembiayaan sebesar Rp3,61 miliar, business matching perdagangan domestik maupun ekspor Rp8,13 miliar, serta omzet transaksi pameran atau exhibition sebesar Rp2,33 miliar.
Deputi Direktur sekaligus Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat, mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran bahwa ekonomi syariah di wilayah Mataraman memiliki potensi yang terus berkembang.
“SYIAR 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan akses pembiayaan, pasar, serta berbagai peluang kerja sama. Capaian transaksi Rp14,08 miliar menunjukkan bahwa ekosistem ekonomi syariah di Mataraman semakin bergerak dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan,” ujar Yayat Cadarajat.
Menurut Yayat, penguatan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, pesantren, hingga masyarakat. Karena itu, momentum SYIAR diharapkan tidak berhenti setelah acara ditutup.
“Yang terpenting setelah kegiatan ini adalah bagaimana koneksi dan business matching yang sudah terbentuk dapat terus ditindaklanjuti. Dengan sinergi dan pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap pelaku UMKM syariah di wilayah Mataraman semakin naik kelas dan mampu memperluas pasarnya,” katanya.
Komitmen Bersama Bangun Kampung Halal
Penguatan ekosistem ekonomi syariah juga ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Mewujudkan Kampung Halal. Komitmen tersebut melibatkan Wali Kota Kediri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri.
Langkah ini diarahkan untuk memperkuat rantai nilai halal sekaligus mendorong pengembangan ekonomi syariah di Kota Kediri secara berkelanjutan.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Anwar Iskandar, menilai sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam memperkuat sektor ekonomi syariah.
“Dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mensyiarkan ekonomi syariah serta memperkuat aktivitas ekonominya.”
Libatkan 93 Mitra Strategis dan 151 Produk UMKM
SYIAR 2026 melibatkan 93 mitra strategis yang berasal dari berbagai sektor, mulai pemerintah daerah, perbankan syariah, lembaga ZISWAF, pondok pesantren, hingga pelaku UMKM.
Beragam produk unggulan turut ditampilkan, mulai dari modest fashion, kriya, kopi, hingga kuliner halal.
Di area Halal Mart, sebanyak 151 produk UMKM binaan Bank Indonesia Kediri dan Dinas Koperasi dari 11 kabupaten/kota di wilayah Mataraman ikut dipamerkan.
Sementara itu, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri memastikan 40 tenant kuliner dan kopi yang berpartisipasi memenuhi standar kelayakan higienis.
Bagi pelaku UMKM, kehadiran SYIAR menjadi kesempatan untuk tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membuka peluang bertemu calon pembeli, mitra usaha, maupun lembaga pembiayaan.
Diikuti 11 Ribu Peserta
Selain aktivitas bisnis, SYIAR 2026 juga menjadi ruang literasi ekonomi dan keuangan syariah. Sebanyak 11.000 peserta tercatat mengikuti rangkaian kegiatan secara luring maupun daring.
Berbagai agenda dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, di antaranya Mataraman Sharia Economic Competition (MSEC), Chef Hebat Olah Masakan dengan Komoditas Unggulan Daerah (CHEMARA), Mataraman Sustainable Modest Fashion Design Competition (MOSAIC), kompetisi dakwah, pengajian bersama Habib Husein Ja’far Al Hadar, hingga Family Fun Walk.
Pembukaan dan rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Wakil Direktur Eksekutif I KDEKS Jawa Timur Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid, M.A., Ph.D., serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal.
Berakhirnya SYIAR 2026 bukan menjadi akhir, melainkan momentum untuk melanjutkan kerja bersama dalam memperkuat rantai nilai halal, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Harapannya, geliat ekonomi syariah yang terlihat selama tiga hari pelaksanaan SYIAR 2026 dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha serta masyarakat di seluruh wilayah Mataraman.(Sum/Her)











Komentar