oleh

Beras Gratis 30 Kg Dibagikan di Kediri, Menko Pangan Ingatkan Warga: “Boten Angsal Didol”

Kediri,Wartapanjalu.com— Senyum semringah terlihat di wajah ratusan warga saat berkumpul di Balai Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis (10/9/2026) siang.

Mulai dari ibu rumah tangga hingga pengemudi ojek online datang untuk menerima Bantuan Pangan Komoditi Beras alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras untuk tiga bulan.

Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., bersama Kepala Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.

Disambut Pantun di Tengah Warga
Suasana penyaluran bantuan yang semula berlangsung formal berubah lebih hangat ketika Ahmad Rizal menyapa warga melalui pantun.

“Pergi ke sawah menanam padi,
padi dipanen saat mentari pagi.
Selamat datang di Kota Kediri,
Bapak Menko Pangan yang kami hormati.”
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Rizal memaparkan besaran penyaluran bantuan pangan di wilayah Kediri.

Untuk Desa Gogorante terdapat 400 Penerima Bantuan Manfaat (PBM) dengan total 12 ton beras. Sementara di Kecamatan Ngasem tercatat 6.400 PBM.

Sedangkan secara keseluruhan di Kabupaten Kediri, bantuan beras diberikan kepada 251.412 PBM dengan total alokasi mencapai 7.542,36 ton.

Bantuan Berlanjut hingga Desember
Ahmad Rizal mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, sekaligus bagian dari program Presiden Prabowo Subianto untuk membantu 33,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Ia memastikan program bantuan beras tersebut masih akan berlanjut hingga Desember 2026.

Namun, Ahmad Rizal juga mengingatkan penerima agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.

“Boten Angsal Didol”
Dengan bahasa Jawa, ia memberikan pesan tegas kepada warga.
“Boten angsal didol,” kata Ahmad Rizal, yang langsung disambut tawa dan seruan setuju dari warga.

Ia menegaskan, beras bantuan tersebut diperuntukkan bagi penerima dan keluarganya. Karena itu, bantuan tidak boleh diperjualbelikan.

“Ini kagem Ibu dan keluarga. Jangan sampai ada oknum yang menjualbelikan beras bantuan,” tegasnya.

Ahmad Rizal bahkan menyinggung kasus penyalahgunaan bantuan pangan yang terjadi di Cirebon. Menurutnya, seorang oknum kepala desa yang menjual beras bantuan kepada pengepul telah ditangkap dan diproses hukum.

Pemerintah Kejar Keterlambatan Bantuan
Sementara itu, Zulkifli Hasan menjelaskan penyaluran kali ini dilakukan secara rapel untuk tiga bulan sekaligus.

Penerima mendapatkan 30 kilogram beras, masing-masing 10 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September.

Menurut Zulkifli, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengejar keterlambatan kemasan sekaligus merespons kondisi produksi beras nasional yang terdampak musim kemarau.

“Musim kemarau membuat produksi turun, sawah-sawah mengering. Karena itu, masyarakat yang masuk desil 1 sampai 4 kita bantu dengan beras gratis ini,” ujarnya.

Empat Langkah Pemerintah Jaga Harga Pangan
Zulkifli juga menyampaikan sejumlah langkah pemerintah yang telah disetujui Presiden Prabowo untuk menjaga ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat hingga akhir 2026.

Pertama, pemerintah menambah bantuan pangan sebanyak 1 juta ton. Bantuan beras 10 kilogram per bulan akan dilanjutkan untuk Oktober, November, dan Desember bagi 33,2 juta penerima manfaat.

Kedua, pemerintah menambah beras SPHP sebanyak 1 juta ton yang akan disalurkan ke pasar tradisional dengan harga sekitar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.

Ketiga, BULOG akan menyediakan 150.000 ton jagung dengan harga di bawah pasar untuk membantu peternak ayam dan pelaku usaha telur skala UMKM.

Keempat, pemerintah akan melelang 380.000 ton beras turun mutu dengan harga sekitar Rp11.000 per kilogram untuk industri tepung kue. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus mencegah kenaikan harga produk olahan pangan.

Setiap Warga 17 Tahun ke Atas Bakal Punya Rekening
Tak hanya bantuan pangan, Zulkifli juga mengungkap rencana pemerintah membangun sistem penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah sedang memproses pembentukan rekening bank bagi seluruh warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas.

“Setiap warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas akan dibuatkan rekening di BRI—khusus Aceh di BSI—dengan modal awal Rp50.000 dari pemerintah,” jelasnya.

Menurut Zulkifli, ke depan berbagai bantuan pemerintah, mulai dari PKH, bantuan tunai hingga bantuan pangan, akan disalurkan langsung melalui rekening tersebut.

Bagi Ojol, Bantuan Jadi Penopang Dapur
Bagi warga penerima bantuan, beras gratis tersebut menjadi kabar baik di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan.

Salah satunya Adi (32), warga Perumahan Jenggolo Indah, Gogorante. Ayah satu anak yang bekerja sebagai pengemudi ojek online sejak 2020 itu mengaku bersyukur mendapatkan bantuan.

“Alhamdulillah dapat bantuan sembako gratis, lumayan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari,” ujar Adi.

Menurutnya, bantuan tersebut cukup berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarga.

Sebagai kepala keluarga, Adi mengaku tetap menjalani pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online dengan penuh tanggung jawab.

“Yang penting pekerjaannya halal, tidak perlu malu,” tuturnya sambil tersenyum.

Hari itu, puluhan hingga ratusan warga meninggalkan Balai Desa Gogorante dengan membawa beras 30 kilogram. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar beras, tetapi menjadi sedikit ruang lega untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.(Sum/Her)