Kereta api kian jadi pilihan utama turis mancanegara untuk menjelajahi keindahan antarkota di Indonesia.
Madiun,WartaPanjalu.com — Tren liburan wisatawan mancanegara (WNA) di Indonesia kini makin beragam. Tak hanya memadati destinasi populer, para turis asing juga makin gemar menjelajahi berbagai kota menggunakan moda transportasi kereta api.
Hal ini tercermin dari catatan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 8.305 pelanggan WNA memanfaatkan layanan kereta api di wilayah tersebut. Angka ini melonjak sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan 7.486 kunjungan.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pariwisata nasional turut mendorong terciptanya pola perjalanan baru bagi turis asing. Menurutnya, kereta api kini menjadi bagian tak terpisahkan dari petualangan mereka di Tanah Air.
“Lebih dari 8.305 WNA menggunakan layanan KAI hingga September 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa setelah tiba di Indonesia, perjalanan wisatawan berlanjut ke berbagai kota dengan kereta api. Mobilitas ini menjadi bagian penting dari perjalanan mereka menjelajahi destinasi di Indonesia,” tutur Tohari.
Stasiun Madiun sendiri menjadi salah satu simpul penting bagi pergerakan turis asing di kereta jarak jauh. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, Stasiun Madiun melayani 2.655 pelanggan WNA, tumbuh 1,3 persen jika dibandingkan dengan 2.622 pelanggan pada periode yang sama di tahun 2025.
KA Singasari dan KA Brantas Jadi Favorit Turis
Di antara sederet fasilitas dan rute yang tersedia, KA Singasari (KA 149) relasi Blitar–Pasarsenen sukses menjadi salah satu armada favorit WNA. Puncaknya terjadi pada Juni 2026, di mana kereta ini mencatatkan volume hingga 102 penumpang asing.
Tren positif tersebut berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Pada Juli dan Agustus 2026, pilihan utama turis asing beralih ke KA Brantas (KA 151) relasi Blitar–Pasarsenen, dengan catatan terbanyak mencapai 100 pelanggan WNA dalam satu bulan.
“Data nasional menunjukkan wisatawan datang dari berbagai kawasan dunia, sementara data KAI menunjukkan perjalanan mereka kemudian tersebar ke banyak kota. Pola tersebut memberi gambaran bahwa transportasi antarkota memiliki peran yang semakin relevan dalam rangkaian perjalanan wisatawan selama berada di Indonesia,” jelas Tohari.
Puncak Kunjungan Terjadi di Bulan Juli
Atmosfer perjalanan wisatawan mancanegara ini sebenarnya sudah menunjukkan sinyal kuat sejak awal tahun. Sepanjang Semester I 2026, KAI Daop 7 Madiun melayani 5.046 pelanggan WNA, naik 9 persen dibanding periode Semester I 2025 yang mencatatkan 4.650 orang.
Pergerakan penumpang asing ini mencapai puncaknya pada Juli 2026 dengan angka 1.286 pelanggan—menjadi rekor bulanan tertinggi sepanjang tahun ini. Sementara itu, pada September 2026, jumlahnya tetap stabil di angka 865 pelanggan.
Melihat tren positif ini, KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas dan kenyamanan perjalanan berbasis rel di wilayahnya.
“Ketika pariwisata Indonesia tumbuh, perjalanan wisatawan juga bergerak semakin luas. KAI Daop 7 Madiun akan terus menjaga layanan yang aman, nyaman, dan mudah digunakan agar transportasi berbasis rel dapat mendukung perjalanan wisatawan menuju semakin banyak destinasi di Indonesia,” pungkas Tohari.(Sum/Her)











Komentar