oleh

Doa Lintas Agama di Kediri, Polres Perkuat Persatuan dan Kerukunan

Wabup Dewi Maria Ulfa dan Kapolres Kediri ajak masyarakat menangkal hoaks, merawat toleransi, serta menjaga kondusivitas daerah di momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kediri,WartaPanjalu.com – Menjaga keamanan dan kerukunan tak cukup hanya mengandalkan aparat. Peran masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen daerah juga dibutuhkan untuk merawat persatuan di tengah beragam tantangan sosial.

Pesan itu mengemuka dalam doa bersama lintas agama yang digelar Polres Kediri di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Kediri, Selasa malam, dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan masyarakat umum. Pemuka agama Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha turut memanjatkan doa sebagai wujud kebersamaan dalam keberagaman.

Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, yang hadir mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kediri merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata tugas kepolisian.

“Menjaga wilayah Kabupaten Kediri bukan hanya tugas kepolisian semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kediri,” tegas Dewi.

Menurutnya, tantangan menjaga kondusivitas daerah kini semakin kompleks. Selain persoalan sosial di lingkungan masyarakat, ancaman juga muncul di ruang digital melalui penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah persatuan.

Dewi mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, termasuk mengantisipasi kenakalan remaja, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengingatkan agar kebebasan menyampaikan aspirasi dalam ruang demokrasi tetap dijalankan secara damai dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Upaya menjaga keamanan, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan pendekatan spiritual. Doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar Kabupaten Kediri terhindar dari konflik sosial, perpecahan, maupun bencana.

“Kita semua hadir untuk menyempurnakan ikhtiar yang telah dilakukan melalui doa bersama lintas agama. Kita memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar daerah kita senantiasa dijauhkan dari perpecahan, konflik sosial, maupun potensi bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kediri beserta jajaran atas kerja keras menjaga stabilitas keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Muh Wahyudin Latif menekankan bahwa doa lintas agama tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan harapan bagi kemajuan bangsa dan daerah.

“Kegiatan doa bersama ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan serta menumbuhkan harapan bagi kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Kediri,” ungkap Latif.

Ia mengajak tokoh agama dan masyarakat terus merawat toleransi, menjaga kerukunan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Para tokoh agama juga diharapkan menjadi penyejuk di tengah masyarakat dengan menyampaikan pesan kedamaian dan menangkal provokasi maupun narasi kebencian.

Latif menegaskan, keberagaman suku dan agama merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Melalui momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Polres Kediri dan Pemkab Kediri berharap semangat persatuan, toleransi, serta gotong royong semakin tumbuh, seiring peningkatan pelayanan publik dan upaya menjaga keamanan wilayah.(Sum/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed