Kediri,WartaPanjalu.com– Musyawarah Kerja Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri resmi telah digelar dan DPC PKB Kabupaten Kediri melakukan GassPol usai penataan kepengurusan dan pengukuhan baru dengan komitmen memperketat pengawalan terhadap aspirasi dan kebutuhan masyarakat luas.
Langkah ini ditandai dengan instruksi langsung agar seluruh kader meningkatkan intensitas pergerakan di lapangan.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Kediri, Ahmad Ahla, S.H., menegaskan bahwa mulai hari ini seluruh pengurus dan kader diwajibkan untuk lebih intensif turun ke masyarakat.
Menurutnya, kehadiran nyata di tengah-tengah warga sangat krusial untuk menunjang elektabilitas sekaligus memberikan kualitas pengabdian terbaik bagi bangsa.
Artinya, mulai hari ini kita mulai penataan kepengurusan baru. Kita melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih intensif dalam bermasyarakat. Kita akan lebih sering untuk turun ke masyarakat demi menunjang elektabilitas maupun kualitas terbaik bagi bangsa,” ujar Ahmad Ahla. Dalam wawancara setelah berakhirnya Musyawarah Kerja. Minggu (25/10/2026)
Selain pergerakan fisik di lapangan, DPC PKB Kabupaten Kediri kini mewajibkan seluruh pengurus untuk melek media sosial. Media sosial dinilai strategis bukan hanya sebagai wadah peningkatan kualitas partai, melainkan juga sebagai ajang syiar untuk menyebarluaskan berbagai keberhasilan kinerja dan kebijakan partai.
Ahla mengungkapkan, selama ini Fraksi PKB baik di tingkat DPRD Kabupaten, Provinsi, hingga DPR RI telah melahirkan banyak kebijakan strategis. Salah satunya adalah fungsi legislasi serta pemberian bantuan dan aturan yang berpihak pada pondok pesantren.
Namun,program-program tersebut diakui masih jarang diketahui oleh masyarakat luas karena optimalisasi tim media partai yang belum maksimal
“Maka hari ini kita akan menjadikan seluruh pengurus PKB tingkat TPAC hingga Ranting maupun DPRD untuk ikut siap menyiarkan apa yang menjadi perjuangan, apa yang dilakukan oleh fraksi PKB. Baik DPRD Kabupaten maupun orang-orang yang sebagai tangan panjang kita dari pengurus BPJ ke masyarakat tingkat RT dan RW,” jelas Gus Ahla sapaan akrab legislator PKB Kabupaten Kediri.
Lebih lanjut, seluruh kader juga diwajibkan hadir secara fisik dalam setiap kegiatan sosial masyarakat, kegiatan rutin keagamaan, maupun agenda kemasyarakatan lainnya di tingkat bawah. Kehadiran minimal kader di setiap lini ini menjadi bagian penting dari komitmen kaderisasi partai.
Dengan memaksimalkan seluruh langkah kerja nyata tersebut, target memenangkan 13 kursi legislatif di DPRD Kabupaten Kediri sebagaimana yang dicanangkan oleh Ketua DPC Kabupaten Kediri diproyeksikan akan lebih mudah tercapai. Tidak hanya membidik kursi parlemen, PKB Kediri juga optimistis mampu merebut kursi eksekutif atau kepala daerah pada kontestasi ke depan.
“Terkait 13 kursi, kalau kita benar-benar bisa memaksimalkan langkah-langkah kita hari ini, kita kerja hari ini, insyaallah itu bukan hal yang sulit dan itu akan sangat mudah diraih oleh PKB. Bukan hanya mau 13 kursi, tapi insyaallah kepala daerah pun, eksekutif di kabupaten, insyaallah kalau kita mampu hadir di tengah mereka, kita juga akan mudah dalam mencari suara,” pungkas Ahmad Ahla.(Dhy/Her)
