oleh

Satlantas Polres Kediri Jemput Bola Layanan SIM Keliling ke Ponpes Raudhatul Ulum Kepung

Lewat Program Road Show to Ponpes di Operasi Patuh Semeru 2026, Polisi Permudah Perpanjangan SIM Sekaligus Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas untuk Santri

Kediri,WartaPanjalu.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri membuat terobosan pelayanan publik. Jika biasanya SIM keliling digelar di kantor kecamatan, kali ini layanan jemput bola itu masuk langsung ke lingkungan Pondok Pesantren.

Senin, 2 November 2026, layanan SIM Keliling Road Show to Ponpes hadir di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.

Program ini digelar dalam rangkaian Operasi Patuh Semeru 2026 dan mendapat sambutan antusias dari para santri.

Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif melalui Kasat Lantas AKP Fauzan Zikra mengatakan, perluasan jangkauan layanan ini sengaja dilakukan untuk mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pesantren.

“Biasanya pelayanan SIM keliling kami laksanakan di wilayah kecamatan. Kali ini kami menyasar pondok pesantren agar para santri lebih mudah mendapatkan pelayanan, khususnya untuk memperpanjang SIM,” ujar AKP Fauzan.

Menurutnya, banyak santri yang membutuhkan layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi namun terkendala jarak dan waktu. Dengan hadir langsung di ponpes, mereka tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke Satpas atau lokasi SIM keliling di kecamatan.

Tidak hanya soal administrasi, kehadiran polisi di Ponpes Raudhatul Ulum juga dimanfaatkan untuk edukasi.

Edukasi Keselamatan Jadi Pelopor Tertib Lalin

AKP Fauzan menegaskan, Operasi Patuh Semeru 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan dan penertiban. Momen operasi juga dimanfaatkan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Petugas memberikan sosialisasi keselamatan berkendara, pentingnya kelengkapan surat, hingga penggunaan helm dan perlengkapan keselamatan.

“Kami tidak hanya memberikan pelayanan administrasi SIM, tetapi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan edukasi kepada para santri tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas,” jelasnya.

Antusiasme terlihat jelas di lokasi. Puluhan santri dan warga sekitar Desa Kencong memanfaatkan layanan tersebut. Mereka mengantre dengan tertib untuk proses perpanjangan SIM A dan SIM C.

“Kami berharap kehadiran layanan ini bisa membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk selalu tertib administrasi dan mematuhi peraturan lalu lintas,” ucap Fauzan.

Pihaknya berharap, para santri bisa menjadi contoh dan pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak para santri untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Jadilah contoh yang baik bagi masyarakat dengan selalu mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan keselamatan saat berkendara,” tegasnya.(Sum/Her)