Kediri,Wartapanjalu.com – Industri kreatif dan perfilman di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri bersiap memasuki babak baru. Ellya Destiara Permata secara resmi terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Cabang Kediri untuk masa bakti 2026–2030.
Membawa visi segar dan semangat membara, sosok perempuan berkacamata yang akrab disapa Ellya ini siap menggerakkan roda organisasi guna menghidupkan kembali ekosistem sinema di bumi Kediri.
Terpilih Tanpa Persiapan, Ellya Siap Hadapi Tantangan
Proses pemilihan yang berlangsung dinamis namun singkat ini menempatkan Ellya sebagai sosok tepercaya untuk memimpin PARFI Kediri lima tahun ke depan. Menariknya, Ellya mengaku tidak melakukan persiapan khusus atau kampanye besar sebelum pemilihan berlangsung.
“Alhamdulillah, bagi saya ini adalah sebuah kepercayaan sekaligus tantangan baru. Pemilihan ini berlangsung dengan sangat singkat, sehingga saya tidak mempersiapkan apa-pun. Namun ke depannya, saya berkomitmen untuk semakin banyak belajar demi memajukan PARFI Kediri,” ungkap Ellya penuh syukur.
Siap Gandeng Senior dan Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Menyadari bahwa membangun industri film lokal tidak bisa dilakukan sendirian, Ellya menegaskan pentingnya kolaborasi. Dalam menakhodai organisasi profesi tertua ini, ia berkomitmen untuk terus menyerap ilmu dan bimbingan dari para praktisi senior.
Selain penguatan internal, fokus utama PARFI Kediri di bawah kepemimpinannya adalah memperluas jaringan eksternal. Sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas kreatif, serta investor lokal akan digenjot guna membuka ruang ekspresi yang lebih luas bagi para aktor dan sineas Kediri.
Mengenal PARFI: Wadah Resmi Pelaku Seni Peran Nasional
Sebagai informasi, PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) merupakan organisasi profesi tertua sekaligus wadah resmi bagi para pekerja seni peran—baik aktor maupun aktris—serta para pelaku industri film nasional di Indonesia. Kehadiran cabang di Kediri diharapkan mampu menjadi jembatan bagi talenta-talenta lokal untuk menembus panggung sinema nasional.(Nang)


Komentar