oleh

Nihil HP dan Narkoba, Tapi Petugas Lapas Kediri Sita Deretan Barang Terlarang Ini

Kediri,Wartapanjalu.com – Kolaborasi tiga unsur keamanan menjadi kunci utama dalam operasi razia gabungan yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri, Jumat malam (29/05/2026). Operasi yang melibatkan jajaran petugas Lapas, Subdenpom V/2-2 Kota Kediri, Satbrimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Polda Jawa Timur, serta Polres Kediri Kota ini menunjukkan komitmen serius dalam memberantas peredaran barang haram dan ilegal di lingkungan pemasyarakatan.

 

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Jawa Timur, Alzuarman. Kehadiran multi-instansi ini bukan sekadar formalitas, melainkan strategi deteksi dini untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas tetap terjaga.

 

Apel Gelar Pasukan dan Prosedur Ketat

Sebelum aksi penyisiran dimulai, seluruh personel berkumpul di Aula Jayabaya Lapas Kediri untuk mengikuti apel gelar pasukan. Dalam arahannya, para pimpinan menekankan pentingnya prosedur yang tertib, terukur, dan humanis.

 

“Kegiatan ini adalah bentuk penguatan sinergi antara jajaran Pemasyarakatan dan aparat penegak hukum. Kami ingin memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Alzuarman.

 

Usai apel, petugas dibagi ke dalam beberapa tim untuk melakukan pemeriksaan secara acak, menyeluruh, dan selektif. Untuk menjaga integritas dan objektivitas petugas, diterapkan prosedur sterilisasi ketat di mana barang pribadi tertentu dikumpulkan sebelum tim memasuki area hunian. Penyisiran tidak hanya dilakukan di dalam kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi juga merambah ke area sekitar blok hunian dan ruang terbuka lainnya.

 

Hasil Razia: Zero Tolerance untuk Narkoba dan HP

Hasil dari razia intensif tersebut menunjukkan tren positif terkait peredaran narkoba dan komunikasi ilegal. Petugas tidak menemukan satu pun unit handphone atau narkotika di dalam kamar hunian WBP. Hal ini mengindikasikan bahwa pengawasan rutin yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan efektivitasnya dalam memutus mata rantai peredaran barang terlarang.

 

Kalapas Kediri, Gatot Tri Rahardjo, yang turut memantau langsung jalannya operasi, menegaskan bahwa nihilnya temuan narkoba dan handphone adalah prestasi bersama yang harus dipertahankan.

 

“Pelaksanaan razia gabungan ini adalah langkah konsisten kami untuk memperkuat pengawasan. Tujuannya tunggal, yaitu memastikan lingkungan pembinaan tetap berjalan aman dan kondusif bagi proses reintegrasi warga binaan,” tegas Gatot.

Barang Berpotensi Bahaya Diamanka

Meski nihil narkoba dan handphone, petugas tetap mengamankan sejumlah barang yang dikategorikan sebagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Gaktib). Barang-barang tersebut antara lain:

 

Senjata tajam rakitan

 

1 kepala charger handphone

 

Sendok stainless steel

 

Gulungan tali

 

Pinset, alat pencukur kumis, dan pemotong kuku

 

Amplas, paku, dan potongan besi

 

Korek gas

 

Kartu remi

 

Seluruh barang bukti tersebut telah diamankan oleh petugas dan akan dimusnahkan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

 

 

Komitmen Pengawasan Berkelanjutan

 

Selain melakukan penggeledahan fisik, petugas juga memberikan pembinaan dan pengarahan kepada para WBP agar senantiasa menaati tata tertib lembaga. Alzuarman menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai langkah preventif.

 

Dengan berakhirnya razia yang berlangsung aman dan tertib tersebut, pihak Lapas Kediri berharap dapat mempertahankan zona bebas narkoba dan handphone, sekaligus menciptakan suasana rehabilitasi yang lebih baik bagi para warga binaan melalui sinergi keamanan yang solid.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *