Kediri,Wartapanjalu.com– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri melalui Bidang Pencegahan Kebakaran mencatat tiga insiden kebakaran berbeda yang terjadi pada Jumat (29/5/2026). Insiden tersebut meliputi kebakaran rumah tinggal, kandang ternak, hingga lahan perkebunan tebu. Beruntung, berkat respons cepat tim Damkar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian-kejadian tersebut, meskipun kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, melaporkan bahwa tim telah berhasil memadamkan ketiga titik api sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Berikut rincian kronologi dan penanganan dari masing-masing insiden.

1. Konsleting Listrik Bakar Rumah di Grogol, Kerugian Rp7,5 Juta
Insiden pertama terjadi di RT 01 RW 01, Dusun Sumberjo, Desa Sumberjo, Kecamatan Grogol. Kejadian bermula sekitar pukul 12.32 WIB ketika warga bernama Samsul Aziz melaporkan adanya suara ledakan dari dalam rumah.
Berdasarkan penyelidikan di lokasi, api diduga berasal dari konsleting listrik pada stop kontak yang berada di atas kasur dalam keadaan menyala (on). Ledakan tersebut memicu terbakarnya kasur dan tempat tidur. Tim Damkar Pos Grogol berangkat pukul 12.34 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian. Dengan menggunakan satu unit armada berkapasitas 5.000 liter dan lima personel, api berhasil dipadamkan pada pukul 13.23 WIB.
“Kerugian material diperkirakan mencapai Rp7,5 juta. Namun, harta benda lainnya senilai sekitar Rp150 juta berhasil diselamatkan. Tidak ada korban luka dalam kejadian ini,” ujar Kaleb dalam laporannya.
2. Pembakaran Sisa Pakan Merembet, Kandang Sapi di Plemahan Ludes
Pada sore harinya, tepatnya pukul 18.06 WIB, insiden kedua terjadi di RT 01 RW 09, Dusun Mojoroto, Desa Wonokerto, Kecamatan Plemahan. Ibu Juni Lestari melaporkan adanya kebakaran di kandang sapi milik Bapak Wasis.
Kronologi menunjukkan bahwa api bermula dari aktivitas pemilik yang membakar sisa-sisa pakan sapi. Api tersebut tidak terkendali dan dengan cepat menjalar membakar seluruh isi kandang. Pemilik sempat berusaha memadamkan dengan alat seadanya, namun ia justru mengalami luka bakar ringan, demikian pula dua ekor sapi yang berada di dalam kandang mengalami luka lecet akibat sambaran api.
Tim Damkar Pos Pare segera diterjunkan dengan dua unit armada dan lima anggota. Api baru dapat dikendalikan sepenuhnya pada pukul 19.21 WIB. Kerugian akibat hangusnya bangunan kandang dan pupuk pertanian di sekitarnya ditaksir mencapai Rp30 juta. Sementara itu, aset berharga berupa mobil dan bangunan rumah utama senilai Rp300 juta berhasil selamat dari si jago merah.
3. Puntung Rokok Picu Kebakaran Lahan Tebu Seluas 5,5 Hektar
Insiden terbesar terjadi di area perkebunan tebu di RT 03 RW 03, Dusun Pilangbangu, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan. Laporan diterima dari warga bernama Sunarto pada pukul 16.13 WIB setelah melihat asap dan api dari lahan tebu dekat rumahnya.
Diduga, penyebab kebakaran adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh orang yang sedang mencari rumput di area tersebut. Kombinasi daun tebu kering dan angin kencang menyebabkan api menjalar dengan sangat cepat. Lahan yang terbakar mencakup area seluas ±1 hektare milik PG Mrican dan ±4,5 hektare milik warga bernama Hendrik.
Tim Damkar Pos Grogol berjuang memadamkan api selama lebih dari empat jam, dari pukul 16.23 WIB hingga 20.45 WIB. Total kerugian akibat musnahnya tanaman tebu diperkirakan mencapai Rp275 juta, dengan aset terselamatkan senilai Rp100 juta. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden lahan ini.
Imbauan Waspadai Faktor Manusia
Menyusul rangkaian kejadian ini, Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap faktor manusia (human error) sebagai pemicu kebakaran. Mulai dari kelalaian dalam penggunaan listrik, pembakaran sampah atau sisa pakan yang tidak terkontrol, hingga membuang puntung rokok sembarangan di area kering.
“Masyarakat dihimbau untuk selalu memeriksa instalasi listrik di rumah dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Untuk area perkebunan, harap menjaga kebersihan dari material mudah terbakar dan menghindari aktivitas yang memicu percikan api di musim kemarau atau saat angin kencang,” tutup Kaleb.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di ketiga lokasi dilaporkan sudah aman dan kondusif. Dokumentasi lengkap proses pemadaman telah dilampirkan dalam laporan resmi Satpol PP Kabupaten Kediri.(Nang)


Komentar