oleh

Turun ke Bandar Kidul, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kediri Apresiasi Posyandu Sekaligus Catat Keluhan Data Bansos

Kediri,Wartapanjalu.com– Anggota DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, ST., MM., turun langsung menyapa warga dalam agenda reses di Posyandu Seruni, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kamis (4/6/2026).

Ketua Fraksi Partai Golkar yang akrab disapa “Pak Lek Imam” itu disambut sekitar 100 warga, kader kesehatan, dan ibu-ibu posyandu.

Reses ini jadi momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung aspirasi, keluhan, dan kebutuhan warga di daerah pemilihan.

Posyandu Seruni Jadi Titik Fokus: Layani Balita hingga Lansia
Lurah Bandar Kidul, Herro Sudarmawan, S.E., menjelaskan bahwa kehadiran Imam Wihdan Zarkasyi sekaligus memberi semangat baru bagi kader kesehatan.

“Alhamdulillah pagi ini kita kehadiran Pak Imam. Selain menyerap aspirasi, beliau juga memberi semangat bagi ibu-ibu kader kesehatan untuk melayani peserta posyandu,” ujar Herro.

Posyandu Seruni RW 02 memang jadi pusat layanan kesehatan dasar warga. Setiap bulan, posyandu ini rutin melayani ibu hamil, balita, hingga lansia.

“Untuk balita ada penimbangan, ukur tinggi dan berat badan. Untuk lansia dan umum, ada cek gula darah, kolesterol, penyuluhan kesehatan, senam jantung, sampai jalan sehat. Lewat anggaran kelurahan, kita juga berikan PMT untuk balita,” tambah Herro.

Apresiasi DPRD: Layanan Sudah Bagus, Intervensi Stunting Jalan
Imam Wihdan Zarkasyi mengapresiasi pelayanan Posyandu Seruni yang dinilai sudah relatif bagus dan representatif. Pasalnya, posyandu ini sudah mencakup sasaran lengkap: balita, lansia, hingga ibu hamil.

Dalam pemantauan, tercatat ada empat anak yang terdeteksi mengalami stunting. Namun, legislator Golkar itu lega karena intervensi gizi sudah dijalankan rapi oleh nakes dan kader setempat.

“Semoga dengan pelaksanaan posyandu ini bisa menurunkan angka stunting di Indonesia,” harap Herro Sudarmawan.

Temuan Menarik: Ada Meja Khusus Pengaduan di Posyandu
Hal yang paling menyita perhatian dalam reses kali ini adalah inovasi “Meja Khusus Pengaduan” di Posyandu Seruni. Meja ini jadi wadah warga menyampaikan keluh kesah di luar urusan kesehatan.

“Ternyata di sini banyak masalah masyarakat. Bukan cuma kesehatan, tapi juga masalah sosial. Dan di sini ada meja khusus untuk keluhan di luar kesehatan. Ini bisa jadi contoh,” kata Imam Wihdan Zarkasyi.

Berdasarkan laporan di lapangan, keluhan yang paling dominan adalah ketidaksesuaian data kemiskinan atau hasil basis data sosial. Masalah klasik ini sering membuat penyaluran program bantuan jadi tidak tepat sasaran.

Potong Birokrasi, Aspirasi Langsung Sampai
Keberadaan meja pengaduan di tingkat posyandu mendapat apresiasi tinggi. Menurut Imam, jalur ini bisa memotong birokrasi agar keluhan warga lebih cepat sampai ke kelurahan dan instansi terkait.

“Fungsi utama pemerintahan itu mempermudah, memperpendek, dan mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat. Posyandu ini tempat ngumpulnya masyarakat, jadi keluhan lain pun bisa disampaikan,” tegasnya.

Ia menegaskan, reses adalah kewajiban anggota dewan untuk turun ke dapil, memastikan pembangunan, dan menyerap aspirasi.

“Hari ini kita di Bandar Kidul, meninjau posyandu dan memastikan pelayanan kesehatan. Ternyata banyak masalah sosial juga. Ini akan jadi bahan masukan konkret ke eksekutif untuk dievaluasi total,” pungkas Imam.

Harapan ke Depan: Anggaran Lebih Tepat Sasaran
Melalui hasil reses ini, DPRD Kota Kediri berharap proses penganggaran dan pengawasan pembangunan ke depan bisa jauh lebih tepat sasaran. Terutama sengkarut data sosial yang dikeluhkan warga, akan segera disampaikan ke pihak eksekutif.

Dengan semangat “Kolaborasi – Transformasi”, Imam Wihdan Zarkasyi berkomitmen terus mengawal pelayanan dasar masyarakat agar berjalan optimal.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *