Kediri,Wartapanjalu.com– Suasana pagi di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Joyoboyo, Kota Kediri, tampak berbeda pada Jumat (5/6/2026).
Ratusan warga yang didominasi oleh para lanjut usia (lansia) tampak kompak dan bersemangat mengikuti olahraga terapi Ling Tien Kung.
Kehadiran Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, ST., MM., di tengah-tengah mereka membawa ruang dialog yang hangat. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Reses DPRD Kota Kediri dengan mengusung tema besar “Kolaborasi – Transformasi”.
Usai memeras keringat lewat gerakan terapi tubuh, rombongan yang berjumlah sekitar 150 peserta itu bergeser ke lantai 2 PeDe Beef Resto & Cafe, yang terletak persis di depan pintu masuk GOR Joyoboyo. Di tempat santai inilah, pria yang akrab disapa Pak Lek Imam tersebut membuka ruang rembuk warga untuk mendengarkan langsung keluh kesah masyarakat bawah.
Menjaga Kebugaran Lansia Lewat Ilmu Titik Nol
Olahraga terapi Ling Tien Kung—atau yang dikenal juga sebagai Ilmu Titik Nol—kian digandrungi masyarakat Kediri, khususnya para lansia. Senam terapi asal Surabaya yang diciptakan oleh Fu Long Swie ini berfokus pada pembangkitan energi internal tubuh melalui gerakan lambat tanpa alat.
”Terapi ini sangat aman untuk pemulihan kesehatan lansia. Fokusnya memperbaiki peredaran darah, meremajakan organ, serta mengatasi nyeri saraf atau tulang,” ujar salah satu instruktur di lokasi.
Dua gerakan utama senam ini adalah jinjit-jinjit yang berkhasiat mengatasi masalah saraf kejepit atau pengapuran, serta gerakan empet-empet anus (Fu Kang) yang efektif melancarkan sumbatan peredaran darah guna menekan risiko kolesterol, diabetes, hingga darah tinggi.
Usul Senior JJS: Sewakan Lahan GOR demi Efisiensi Perawatan
Dalam sesi dialog yang berlangsung gayeng, Pak Mul, salah seorang senior dari komunitas JJS (Jalan-Jalan Sehat), menyampaikan aspirasi kritis terkait kondisi fasilitas publik. Pak Mul menyoroti banyaknya aset di kawasan GOR Joyoboyo yang mulai terbengkalai. Selama ini, kelompok senam sering kali harus bergotong-royong mandiri demi menjaga kebersihan area olahraga tersebut.
”Bagaimana kalau sebagian lahan atau tanah di kawasan GOR ini disewakan kepada pihak ketiga? Hasilnya bisa digunakan khusus untuk keperluan pemeliharaan dan memperindah kawasan GOR, biar tidak kelihatan kumuh karena pemerintah kekurangan dana,” usul Pak Mul.
Menanggapi hal tersebut, Imam Wihdan Zarkasyi menyambut positif ide kreatif dari warga tersebut. Ia mengakui bahwa keterbatasan dana akibat adanya efisiensi anggaran daerah ( refocusing/rasionalisasi) mencapai hampir Rp200 miliar memang membuat ruang gerak Pemkot Kediri dalam memelihara aset menjadi sangat terbatas.
”Ini usulan yang sangat bagus dan realistis. Dengan efisiensi anggaran yang membuat dana pemeliharaan seret, pemerintah kota memang harus punya alternatif sumber pendanaan baru untuk menghidupkan kembali fasilitas publik yang menjadi kebutuhan warga,” ungkap Pak Lek Imam.
Dorong Payung Hukum Baru yang Ramah Investasi
Lebih lanjut, legislator dari Partai Golkar ini menegaskan komitmennya untuk membawa usulan ini ke meja rapat bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Namun, ia juga menggarisbawahi adanya tantangan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) yang saat ini dinilai masih kaku atau “menambat” skema pemanfaatan aset seperti itu.
”Harusnya skema sewa lahan ini bisa diterapkan, baik untuk area kardio maupun fasilitas warga lainnya. Cuma, kita harus melihat aturan hukumnya. Jika Perda yang ada saat ini menghambat, maka kita perlu mendorong lahirnya payung hukum baru,” jelas Imam Wihdan.
Ia menambahkan, regulasi baru tersebut nantinya harus dipastikan aman secara hukum sekaligus sangat ramah terhadap investor. Langkah ini krusial agar kawasan GOR Joyoboyo tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau yang indah, tetapi juga bisa dimanfaatkan secara optimal sebagai milik bersama warga Kota Kediri.
Melalui momentum reses “Kolaborasi – Transformasi” ini, Imam berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan memberikan masukan terhadap aset daerah dapat terus meningkat, demi kemajuan pembangunan Kota Kediri ke depan.(Nang)


Komentar