Kediri,Wartapanjalu.com–Suasana Lapangan Tembak Tatag Trawang Tungga Polres Kediri mendadak ramai dan penuh semangat, Jumat (5/6/2026). Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri menggelar lomba menembak antar Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) se-Kabupaten Kediri.
Tak seperti apel atau upacara biasa, kali ini para camat, kapolsek, dan danramil turun langsung ke lapangan. Mereka menguji ketepatan bidikan, sekaligus memperkuat kekompakan lintas institusi.
Diikuti 57 Peserta dari 19 Kecamatan
Total ada 57 peserta yang ambil bagian. Masing-masing tim terdiri dari tiga unsur pimpinan kecamatan: camat, kapolsek, dan danramil. Mereka mewakili 19 kecamatan yang masuk wilayah hukum Polres Kediri.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, lomba ini bukan sekadar adu skor. “Hari ini kami bersama Dandim 0809 Kediri, Kasatpol PP Kabupaten Kediri, para camat dan unsur Forkopimcam lainnya melaksanakan lomba menembak dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80,” ujarnya.
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Sambung Guyub dan Roso
Lebih dari kompetisi, Bramastyo menegaskan kegiatan ini jadi sarana memperkuat sinergi. Tujuannya jelas: menyatukan TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Kediri agar makin solid melayani masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah sambung guyub dan sambung roso. Kami ingin meningkatkan sinergitas antara Pemkab Kediri, Kodim 0809 Kediri dan Polres Kediri agar semakin kompak dalam menjalankan tugas bersama di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dengan hubungan yang erat, koordinasi menyelesaikan persoalan di lapangan bisa lebih cepat dan efektif. Semua instansi bergerak bersama, tanpa sekat.
Kenalkan Lapangan Tembak Baru, Terbuka untuk Latihan Bersama
Lomba ini sekaligus jadi ajang memperkenalkan Lapangan Tembak Tatag Trawang Tungga yang baru diresmikan dua bulan lalu. Kapolres menyebut, fasilitas ini adalah aset negara yang bisa dimanfaatkan bersama.
“Lapanan tembak ini bisa digunakan siapa saja untuk kepentingan latihan dan kegiatan resmi. Kami berharap ke depan bisa dimanfaatkan bersama oleh pemda maupun Kodim,” kata Bramastyo.
Bagi anggota Polri, momen ini juga jadi pengingat untuk terus mengasah kemampuan menembak. Untuk peserta terbaik, panitia menyiapkan trofi dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi.
Kesan Peserta: Pengalaman Baru yang Seru dan Akrab
Bagi Camat Ringinrejo Edhi Purwanto, lomba ini jadi pengalaman tak terlupakan. Sebagai birokrat, ia jarang bersentuhan langsung dengan senjata api.
“Lomba menembak seperti ini pengalaman luar biasa bagi kami. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga jadi sarana mempererat hubungan dengan rekan-rekan TNI, Polri maupun sesama birokrat,” ungkap Edhi.
Meski hanya punya pengalaman pakai senapan angin waktu muda, Edhi tetap semangat menyesuaikan diri dengan senjata laras pendek. Tantangan terbesar? Mengontrol hentakan senjata. Tapi justru di situ serunya.
Tim Forkopimcam Puncu yang ia wakili berhasil mencetak skor 54. “Yang penting bagi kami bukan hanya hasilnya, tapi kebersamaan dan pengalaman. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan tiap tahun,” pungkasnya.
Sinergi Jadi Kunci, Bhayangkara ke-80 Makin Bermakna
Lomba menembak antar Forkopimcam ini membuktikan, peringatan Hari Bhayangkara tak melulu seremonial. Lewat peluru yang melesat ke sasaran, terbangun pula komunikasi, kepercayaan, dan soliditas antar pimpinan di tingkat kecamatan.
Di usia ke-80, Polri bersama TNI dan Pemda Kediri menegaskan komitmen: menjaga Kediri tetap aman, dengan sinergi sebagai amunisi utama.(Nang)


Komentar