Kediri,Wartapanjalu.com–Kecelakaan maut yang menyayat hati terjadi di ruas jalan raya depan SMP Negeri 1 Mojo, Kabupaten Kediri, pada Kamis siang (23/6/2026).
Seorang pria berinisial AMB (29), warga Dusun Tempursari, Desa Sukoanyar, Kecamatan Mojo, dilaporkan meninggal dunia di tempat setelah masuk ke kolong truk tangki Pertamina yang sedang melintas.
Peristiwa ini menjadi sorotan warga sekitar karena terjadi tepat saat jam pulang sekolah, di mana arus lalu lintas tengah padat-padatnya.
Kronologi Berdasarkan Rekaman CCTV
Kapolsek Mojo, Iptu Mahmud Satriawan, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Dalam rekaman tersebut, terlihat truk tangki yang dikemudikan oleh Kusmianto (47) melaju pelan dari arah utara.
Secara tiba-tiba, korban yang berada di tepi jalan sisi barat bergerak mendekati truk. Tanpa diduga, korban langsung memposisikan dirinya masuk ke bawah kolong kendaraan besar tersebut hingga terlindas ban belakang bagian kanan.
”Sopir truk segera menghentikan kendaraannya setelah menyadari ada insiden. Namun, karena luka yang dialami cukup parah, korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” terang Iptu Mahmud.
Dugaan Depresi Sejak Ditinggal Sang Ibu
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan pihak keluarga, korban diketahui sedang mengalami tekanan psikologis atau depresi berat. Kondisi mental korban dilaporkan mulai tidak stabil sejak ibunda tercintanya meninggal dunia pada tahun 2023 silam.
Meski sebelumnya sempat bekerja di wilayah Mojoroto, kondisi kejiwaannya yang kian menurun membuat korban sulit beraktivitas normal. Pihak kepolisian menegaskan bahwa insiden ini murni dipicu oleh gangguan kesehatan mental, bukan karena konflik keluarga.
”Korban biasanya selalu dalam pengawasan keluarga, namun saat kejadian berlangsung, posisinya sedang luput dari pantauan,” tambah Kapolsek.
Saksi Mata: Korban Tampak Linglung Sejak Pagi
Warga dan saksi di lokasi kejadian menyebutkan bahwa gerak-gerik korban sudah terlihat tidak wajar sejak pagi hari. AMB tampak mondar-mandir dan duduk dengan tatapan kosong di pinggir jalan raya Kediri-Tulungagung tersebut.
Beberapa kali ia bahkan sempat menghampiri kendaraan yang lewat sebelum akhirnya peristiwa nahas itu terjadi.
Petugas dari Satlantas Polres Kediri Kota yang tiba di lokasi segera mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pentingnya Edukasi Kesehatan Mental
Kejadian ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi alarm bagi masyarakat mengenai pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental (mental health). Iptu Mahmud mengimbau masyarakat untuk tidak abai jika melihat orang terdekat atau warga di lingkungan sekitar yang menunjukkan gejala depresi.
”Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli. Jika menemukan individu dengan kondisi kesehatan mental yang tidak stabil, segera arahkan untuk mendapatkan pendampingan ahli medis atau psikolog agar tragedi serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Akibat kecelakaan ini, jalur utama Kediri-Tulungagung sempat mengalami kemacetan panjang sebelum akhirnya berhasil diurai oleh petugas kepolisian.(Nang/Her)


Komentar