oleh

Izin Keamanan Tak Turun, Persik Kediri vs Arema FC Resmi Pindah ke Stadion Gejos

Kediri,Wartapanjalu.Com – Drama besar terjadi jelang laga Big Match antar klub Jawa Timur. Persik Kediri resmi dipastikan tidak bisa menjamu Arema FC di kandang sendiri, Stadion Brawijaya, pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/26.

Terganjal tidak keluarnya izin keamanan dari pihak berwenang, manajemen akhirnya memindahkan venue pertandingan ke Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Gresik.

Izin Tidak Keluar, Jadwal Tetap Sama

Kepastian ini tertuang dalam Circular #52 yang dirilis pada Kamis (30/4/2026). Meskipun lokasi bergeser, jadwal pertandingan tetap tidak berubah, yaitu pada Minggu, 3 Mei 2026, pukul 15.30 WIB.

Keputusan ini diambil demi menjaga kondusivitas keamanan di Kota Kediri mengingat status pertandingan ini adalah laga bertensi tinggi. Dalam surat resmi yang ditandatangani Deputy Director of Competition & Commercial ILeague, Takeyuki Oya, disebutkan perubahan lokasi dilakukan karena adanya kendala perizinan di lokasi asal.

Sempat Pertimbangkan Lamongan dan Solo, Gresik Jadi Pilihan Terakhir

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya keras mencari solusi terbaik. Awalnya, tim sempat melirik Stadion Surajaya Lamongan dan Stadion Manahan Solo sebagai kandidat kuat.

Namun, kedua opsi tersebut terpaksa dibatalkan karena adanya kendala teknis dan agenda event lain yang sudah lebih dulu mengisi jadwal di sana.

“Kami sempat mempertimbangkan Lamongan dan Solo. Namun, ada kendala teknis dan agenda event lain yang bersamaan di sana. Akhirnya pilihan jatuh ke Gresik,” jelas Tri Widodo.

Masalah VAR Terpecahkan, Liga Siapkan Sistem Portable

Sempat ada keraguan memilih Gresik karena dikhawatirkan belum memenuhi standar fasilitas Video Assistant Referee (VAR) yang wajib digunakan di liga musim ini.

Namun, hambatan teknis ini akhirnya bisa dilewati berkat komitmen dari pihak operator liga.

“Gresik awalnya terkendala VAR, namun setelah komunikasi lanjutan, pihak Liga menyatakan sanggup menyediakan fasilitas VAR portable. Jadi masalah teknis sudah terpecahkan,” tambahnya.

Selain itu, dukungan dari Pemerintah Daerah dan kepolisian di Gresik dinilai sangat positif dan terbuka, berbeda dengan situasi di Kediri yang justru tidak mengeluarkan izin.

Fokus Tuntaskan Administrasi

Saat ini, tim Panpel Persik Kediri sedang berkejaran waktu untuk melengkapi seluruh berkas administrasi penggunaan stadion di Gresik agar semua berjalan lancar pada hari H.

“Koordinasi dengan pihak kepolisian dan stakeholder di Gresik berjalan sangat baik. Sekarang fokus kami adalah melengkapi administrasi agar pertandingan berjalan lancar tanpa hambatan,” tutup Tri Widodo.

 

Dengan pemindahan ini, laga klasik “Derbi Pantura” atau pertemuan Macan Putih melawan Singo Edan tetap akan digelar, meski harus berpindah tempat terlebih dahulu.(Nang/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *