Kediri,Wartapanjalu.com– Seekor sapi jenis Limousin Cross dengan bobot mencapai 1,05 ton milik Kamalul Asfiyak (47), warga Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, resmi terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sapi senilai Rp108 juta tersebut rencananya akan disembelih di Masjid Jami’ At-Taqwa, Desa Mojo, Kecamatan Mojo, pada Hari Raya Idul Adha mendatang.
Pemilihan sapi ini melalui proses seleksi ketat yang melibatkan tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kediri. Keberhasilan Kamalul dalam merawat sapi hingga memenuhi standar kualitas presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Kandat.
Proses Seleksi Ketat dan Kondisi Kesehatan Prima
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Kediri, drh. Istar Abadi, M.Agr., menjelaskan bahwa sapi milik Kamalul merupakan satu-satunya yang lolos seleksi akhir dari empat calon awal yang disurvei pada April 2026 lalu. Tiga calon lainnya tidak dapat diajukan karena telah terjual lebih dahulu.
“Alhamdulillah, hasil survei kami tertuju pada sapi Bapak Kamalul. Pada pemeriksaan tanggal 28 April dan pengecekan ulang hari ini, kondisi sapi dinyatakan sehat dan memenuhi syarat sah sebagai hewan kurban,” ujar Istar, Senin (26/5/2026).
Secara fisik, sapi jantan persilangan Limousin dan Simmental ini memiliki postur tubuh ideal. Giginya sudah lengkap tiga pasang, menandakan kedewasaan seksual yang menjadi salah satu syarat sahnya kurban. Selain itu, sapi ini bebas dari cacat bawaan dan negatif dari tanda-tanda Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Daging sapi ini sangat layak konsumsi karena tidak ada residu obat-obatan. Perlakuan medis seperti vaksinasi dan pengobatan parasit telah dilakukan lebih dari 14 hari sebelum pemotongan,” tambah Istar.
Kisah Kamalul Asfiyak: Dari Kandang di Kandat ke Istana, Sapinya Jadi Pilihan Utama Kurban Presiden
Kisah Kamalul Asfiyak: Dari Kandang di Kandat ke Istana, Sapinya Jadi Pilihan Utama Kurban Presiden
Kamalul Asfiyak mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya karena sapinya dipilih untuk mewakili Kabupaten Kediri dalam program kurban presiden. Ia menuturkan, kunci keberhasilan pembesaran sapi hingga berbobot lebih dari satu ton terletak pada konsistensi pemberian pakan penguat atau yang ia sebut sebagai “comboran”.
“Kuncinya di comboran, yaitu campuran ampas tahu, ampas tebu, dan konsentrat. Ini kami berikan rutin setiap pagi pukul 06.00-07.00 WIB dan sore pukul 15.00-16.00 WIB. Hijauan juga diberikan tiga kali sehari,” ungkap Kamalul.
Peternak yang telah berkecimpung di dunia peternakan selama puluhan tahun ini juga menekankan pentingnya sanitasi kandang. Tantangan terbesar dalam budidaya sapi potong, menurutnya, adalah ancaman PMK. Tahun lalu, hampir seluruh kandangnya terjangkit, namun berkat isolasi mandiri dan perawatan intensif—termasuk menyuapi makan dan minum sapi yang sakit—kondisi hewan dapat pulih.
“Sapi yang kini terpilih pun pernah terserang PMK ringan, namun kami segera mengungsikannya ke tempat isolasi agar bisa tumbuh optimal kembali,” ceritanya.
Distribusi dan Pengawasan Pemotongan oleh Tim DKPP dan Mahasiswa UNAIR
Rencananya, sapi tersebut akan didistribusikan dari kandang Kamalul ke Masjid Jami’ At-Taqwa, Desa Mojo, pada pagi hari sebelum pelaksanaan Salat Id. Pemilihan waktu ini bertujuan agar sapi tidak stres akibat perubahan cuaca dan lokasi. Pemotongan dijadwalkan berlangsung segera setelah Salat Id selesai.
Untuk menjamin keamanan dan kehalalan daging kurban, DKPP Kabupaten Kediri akan menerjunkan tim pemantau ante-mortem (sebelum potong) dan post-mortem (setelah potong). Tim ini terdiri dari petugas dinas setempat serta 24 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR).
“Pemantauan akan difokuskan di wilayah Kuskesehatan Purwasari yang mencakup enam kecamatan, serta minimal satu petugas di setiap kecamatan lain di Kediri. Kolaborasi dengan mahasiswa FKH UNAIR sangat membantu dalam pengawasan teknis di lapangan,” pungkas Istar.
Dengan ketersediaan hewan kurban yang mencukupi di Kabupaten Kediri, bahkan hingga melayani permintaan dari luar daerah, masyarakat diharapkan dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lancar, aman, dan sesuai syariat.(Nang)


Komentar