oleh

Satu Tahun Terputus, Jembatan Tulung di Kediri Masih Lumpuhkan Akses Warga Mlancu-Medowo

Kediri,Wartapanjalu.com– Selama hampir satu tahun penuh, Jembatan Tulung di Dusun Slumbung, Desa Mlancu, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, tergeletak dalam kondisi rusak parah dan putus total. Infrastruktur vital yang seharusnya menjadi penghubung utama antara Desa Mlancu dan Desa Medowo ini tak kunjung diperbaiki, memaksa warga bertahan dengan akses yang terbatas dan penuh risiko.

Kondisi miris ini bukan sekadar soal beton yang retak, melainkan kelumpuhan total bagi mobilitas kendaraan roda empat. Dampaknya merambat ke segala sisi: distribusi hasil pertanian tersendat, akses pendidikan anak-anak terhambat, hingga pelayanan dasar masyarakat menjadi semakin sulit dijangkau. Ironisnya, di tengah kebutuhan mendesak tersebut, realisasi perbaikan seolah hilang ditelan waktu.

Suara Warga: Pengajuan Sudah Lama, Realisasi Nol

Kepala Desa Mlancu, Sriono, mengakui kekecewaan yang mulai menggerogoti kesabaran warganya. Menurutnya, pihak desa tidak tinggal diam. Sejak awal jembatan ambrol, pengajuan perbaikan telah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri.

“Kami sudah mengajukan perbaikan ke Dinas PUPR Kabupaten Kediri sejak awal kejadian. Bahkan pihak dinas juga sudah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi perbaikan,” ungkap Sriono, Senin (8/6/2026).

Sriono menekankan bahwa penundaan yang berkepanjangan berpotensi memperparah kerusakan struktur jembatan. “Semakin lama dibiarkan, kerusakan berpotensi semakin parah dan berdampak lebih luas terhadap aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat di kedua desa,” jelasnya dengan nada prihatin.

Alasan Kontraktor: Menunggu SK dan Kendala Teknis

Di sisi lain, penjelasan dari lapangan menunjukkan adanya hambatan birokrasi dan teknis. Andi, seorang kontraktor proyek yang berafiliasi dengan Dinas PUPR, mengaku bahwa pengerjaan sejatinya dijadwalkan pada Mei 2026. Namun, rencana tersebut kandas di tengah jalan.

“Pengerjaannya akan dilakukan pada bulan Mei tahun ini, namun ada kendala teknis di lapangan sehingga ditunda,” aku Andi saat dihubungi media.

Ia menambahkan bahwa saat ini timnya masih menunggu turunnya Surat Keputusan (SK) resmi dari Dinas PUPR. “Nanti kalau sudah turun SK-nya, langsung kita kerjakan,” ujarnya singkat. Bagi warga yang sudah menunggu setahun, alasan administratif ini tentu terasa kurang memuaskan mengingat urgensi infrastruktur yang dipertaruhkan.

Titik Balik Pasca-Viral: Kepastian Perbaikan Juni 2026

Kebuntuan informasi ini akhirnya pecah setelah kondisi Jembatan Tulung viral dan menjadi sorotan publik. Tekanan sosial tampaknya mempercepat respons instansi terkait. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Ir. Irwan Candra Wahyu Purnama, ST., MMT, akhirnya memberikan kepastian yang selama ini dinanti.

Irwan memastikan bahwa pembangunan jembatan akan segera dilaksanakan pada bulan Juni 2026 ini. “Terkait Jembatan Tulung, pada bulan Juni ini akan segera dilakukan pembangunan. Permintaan dari Kepala Desa Mlancu, Bapak Sriono, sudah kami tindak lanjuti,” tegas Irwan, Senin (8/6/2026).

Meski menegaskan bahwa semua proses harus melalui tahapan administrasi yang berlaku, Irwan menjamin bahwa progres fisik sudah masuk dalam agenda bulan ini. “Perbaikan jembatan itu pada bulan Juni ini sudah kita lakukan sesuai progres yang diajukan oleh Pemerintahan Desa Mlancu Kandangan,” jelasnya.

Leganya Warga Menanti Alat Berat

Dengan adanya konfirmasi resmi tersebut, ketegangan di Desa Mlancu sedikit mereda. Sriono menyampaikan apresiasi atas respons cepat Dinas PUPR setelah isu ini mencuat ke permukaan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pihak Dinas PUPR yang akan merealisasikan proses pembangunan. Ini penting agar akses transportasi dan perekonomian warga bisa kembali normal,” pungkas Sriono.

Kini, bola berada di tangan pelaksana proyek. Warga Dusun Slumbung dan sekitarnya hanya berharap, kali ini janji di atas kertas benar-benar berubah menjadi beton yang kokoh, mengakhiri satu tahun penderitaan akses mereka.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *