oleh

Senyum Emak-Emak Desa Pelem Sambut Sedekah Sayur Malam Hari: Berkah untuk Dapur Kami

Kediri,Wartapanjalu.com-– Suasana remang malam di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri tiba-tiba berubah riuh pada Rabu (10/6/2026) malam. Sebuah mobil pick-up yang sarat muatan aneka sayuran segar baru saja memarkirkan rodanya. Belum sempat mesin mobil mendingin, puluhan warga yang didominasi oleh kaum ibu atau emak-emak sudah berkumpul, bersiap menjemput “berkah” yang rutin datang setiap pekan.
​Ini bukan pasar malam, melainkan aksi solidaritas sosial bertajuk sedekah sayur gratis. Hebatnya, hanya dalam kurun waktu 10 menit saja, satu mobil pick-up penuh sayuran itu langsung ludes tak bersisa diserbu warga.

​Dari Pasar Induk Pare untuk Dapur Warga
​Aksi mulia ini lahir dari kedermawanan seorang donatur di area Pasar Induk Sayur Pare. Melalui para relawan, sayur-sayuran yang masih sangat layak konsumsi ini dikumpulkan untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan dapur sehari-hari.

​Teguh Setiawan, salah seorang petugas pembagi sayur, menceritakan bagaimana perjuangan tim relawan yang sudah dimulai sejak sore hari sebelum sayuran tersebut sampai ke tangan warga.

​”Kami mengambil sayur di area Pasar Induk Pare itu sekitar pukul 04.00 sore. Di sana, kami menyortir kembali sayuran dari donatur, memilih yang benar-benar layak, lalu dimuat ke dalam pick-up,” ujar Teguh saat ditemui di lokasi, Rabu (10/6/2026) malam.

​Menyasar Tiga Titik, Habis dalam Sekejap
​Setelah siap, sekitar pukul 19.00 WIB, tim relawan bergerak menyisir rute pembagian. Ada tiga titik utama yang menjadi sasaran distribusi malam itu, yang semuanya dipilih karena strategis, luas, dan kerap menjadi titik kumpul masyarakat.

​Titik Pertama: Salah satu pondok pesantren di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare.​Titik Kedua: Area Pasar Ngeblek, Desa Pelem, Kecamatan Pare.
​Titik Ketiga: Area mushola yang masih berada di kawasan Desa Pelem.

​Di area Pasar Ngeblek dan mushola Desa Pelem, antusiasme warga—terutama emak-emak—terlihat begitu tinggi. Begitu pintu pick-up dibuka, aneka jenis sayuran langsung dikerumuni warga sekitar maupun warga luar desa yang kebetulan melintas. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit bagi warga untuk mengosongkan muatan mobil tersebut.

Doa Tulus Emak-Emak untuk Sang “Hamba Allah”
​Bagi warga, kehadiran sedekah sayur malam hari ini bukan sekadar bantuan pangan gratis, melainkan oase di tengah tingginya kebutuhan pokok harian. Wulan, salah seorang warga sekitar yang ikut mengantre, tidak bisa menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya.

​Sembari menenteng sayur segar, ia memanjatkan doa tulus untuk donatur misterius yang akrab disebut warga sebagai ‘Hamba Allah’ tersebut.
​”Terima kasih banyak, semoga usahanya semakin laris, dagangannya berkah, dan rezekinya makin banyak. Jadi, yang biasanya berbagi seminggu sekali atau dua sampai tiga kali, nanti bisa lebih banyak lagi. Terima kasih, Hamba Allah,” ucap Wulan dengan penuh haru.

​Senyum sumringah para ibu yang membawa pulang seikat bayam, wortel, atau kubis malam itu menjadi bukti betapa berartinya gerakan berbagi ini bagi isi dapur mereka. Harapan warga sederhana: semoga aksi baik ini terus berlanjut dan menular ke banyak orang.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *