Kediri,Wartapanjalu.com– Persiapan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Kediri sudah mencapai 95%. Panitia memastikan pengamanan ketat dengan menerjunkan sekitar 400 personel dari banom NU.
Hal itu disampaikan Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes 2026, Muchamad Nabil Haroen, yang juga Ketua Umum PP Pagar Nusa, Kamis (19/6/2026).
95% Siap, 400 Personel Banom NU Disiagakan
Nabil menjelaskan, hasil rapat koordinasi terakhir menunjukkan seluruh persiapan teknis hampir rampung.
“Sejauh ini persiapan teman-teman panitia sudah cukup baik. Dalam rakor terakhir, semua persiapan sudah 95% siap,” ujar Nabil.
Untuk pengamanan, panitia akan mengerahkan kekuatan penuh dari internal NU. “Dari keamanan yang nanti akan diterjunkan dari internal NU yaitu Ansor, Banser, Pagar Nusa Pasukan Inti, CBP, KPP, IPPNU, dan juga dari Garda Fatayat. Kurang lebih sekitar 400 personel yang akan diterjunkan,” jelasnya.
Pengamanan akan dibagi dalam 4 ring, dengan 16 pos pengamanan tersebar di wilayah Kediri. Banom juga menyiapkan pengamanan tertutup untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Mitigasi Jalur Ploso: TNI-Polri Turun Tangan
Titik rawan yang menjadi perhatian panitia adalah jalur Ploso. Jalur tersebut dikenal sempit dan berpotensi terjadi penumpukan kendaraan.
“Kemarin kita berkoordinasi, bersinergi juga dengan TNI, Polri, kemudian Satpol PP dan Dishub untuk memitigasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Nabil.
Ia menyebut sinergi dengan para pihak terkait berjalan maksimal. “Mengingat jalur di Ploso kan jalur kecil, ini membutuhkan perhatian serius supaya tidak ada penumpukan kendaraan yang mengganggu kegiatan masyarakat.”
Sampai hari ini, kata Nabil, pihaknya belum melihat adanya potensi gangguan yang berarti. “Kita berharap itu terus berlangsung.”
Isu Hangat: Reformasi Organisasi dan Hak Suara Banom
Selain pengamanan, dinamika menjelang Munas-Konbes juga mulai menghangat. Salah satu isu yang banyak didiskusikan adalah wacana reformasi organisasi, termasuk pembahasan hak suara banom.
“Sejauh ini yang sedang menghangat itu diskusi tentang pemilihan ahlul halli wal aqdi yang kemudian nanti akan menentukan atau memilih Rais ‘Aam. Ini yang sekarang sedang hangat,” ungkap Nabil.
Ia menambahkan, Munas-Konbes ini merupakan permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar. Forum ini akan membahas dan menyiapkan materi untuk disahkan di Muktamar, meliputi komisi organisasi, komisi rekomendasi, hingga komisi bahtsul masail.
“Karena ada beberapa pihak dari wilayah yang mendorong reformasi organisasi, banom memiliki hak suara. Yang nantinya akan dibahas,” imbuhnya.
Peserta dari Seluruh Indonesia, Wajib Screening ID
Untuk peserta, Nabil memastikan kehadiran dari seluruh Indonesia. Meski personel pengamanan banyak diambil dari Jawa Timur, peserta Munas-Konbes berasal dari 38 PWNU se-Indonesia.
“Kami belum cek lagi ke sekretariat, namun kemarin ketika rakor itu sudah ada 30 Pengurus Wilayah NU yang sudah mendaftarkan diri dari sekitar 38. Insyaallah nanti sampai hari H ikut semua,” tuturnya.
Demi keamanan, seluruh peserta akan dibekali ID dan wajib melalui proses screening sebelum memasuki arena. Nabil juga mengimbau peserta untuk tertib.
“Kita juga menghimbau kepada teman-teman peserta Munas dan Konbes untuk mengikuti dan menaati segala tata tertib dan aturan yang nanti akan diterapkan,” tegasnya.
Meski Munas-Konbes menjadi ajang kegembiraan warga NU, Nabil menekankan prinsip keamanan tidak boleh diabaikan. “Munas menjadi kegembiraan, tidak mengabaikan soal prinsip keamanan,” pungkasnya.(Nang)


Komentar