oleh

Puluhan Emak-Emak Geruduk Rumah ‘Ratu Arisan’ Kediri

Dugaan Investasi Bodong Makan Korban hingga Rp10 Miliar, Emas Batangan Ikut Raib

Kediri, Wartapanjalu.com– Janji manis cuan dari investasi dan arisan online berubah jadi mimpi buruk. Puluhan warga, mayoritas emak-emak, geruduk rumah Y, terduga owner arisan bodong asal Kandat, Kabupaten Kediri, Rabu (25/6).

Mereka datang menagih kejelasan dana yang mandek. Total kerugian para korban ditaksir tembus Rp10 miliar.

Kronologi: Dari Status WA hingga Geruduk Rumah

Kasus ini meledak setelah korban mulai berani buka suara. Y, warga Bandar, Kartosari, disebut menawarkan dua program via status WhatsApp:
• Tanam modal/investasi dengan iming-iming bagi hasil • Arisan online sistem kocok dan spin
Iuran arisan dibuat bervariasi, mulai Rp350 ribu sampai Rp1 juta per bulan. Hadiah yang dijanjikan bikin ngiler: “Get” Rp3,5 juta, Rp9 juta, bahkan Rp15 juta.

Awalnya lancar. Tapi beberapa bulan terakhir, owner mulai susah dihubungi. Jawaban cuma satu: “Sik bentar, sik bentar”.

Puncaknya, puluhan korban mendatangi rumah Y. Sempat tertahan di luar, mereka akhirnya diterima keluarga untuk mediasi di dalam rumah. Proses negosiasi masih berlangsung dengan pengawasan warga.

Pengakuan Korban: Emas Batangan Raib, Nama Pemenang Diduga Fiktif

1. Putri – Rugi Rp100 Juta + Emas Batangan
Putri mengaku sudah join investasi Y selama 2 tahun. “Awalnya kalau butuh uang ke sini. Katanya untuk join kerja atau tanam modal. Tapi belakangan tidak ada kabar sama sekali,” katanya.

Tak cuma uang Rp100 juta, emas batangan milik Putri juga dibawa pelaku. “Padahal sudah saya bilangin jangan dibawa, tapi tetap dibawa. Harapan saya ya uang dan emas itu bisa kembali,” ujarnya kecewa.

2. S (28) – Bongkar Modus Arisan Fiktif
S ikut arisan online sejak Januari. Ia curiga karena owner tak pernah kasih bukti transfer ke grup saat ada yang “menang”.

“Ternyata setelah diselidiki, yang dapat arisan itu nama-nama fiktif. Alias uangnya masuk ke owner sendiri,” ungkap S.

Jam kocok spin juga tak konsisten. Katanya jam 12 siang, tapi kadang jam 9 malam, kadang jam 8 pagi.

Korban Merembet hingga PMI, Kerugian Tembus 10 M

Korban tak cuma warga Kediri. Beberapa Pekerja Migran Indonesia di luar negeri juga ikut nanam modal, bahkan sampai 5 slot sekaligus.

“Kalau total kerugian semuanya dari semua korban, kayaknya bisa sampai Rp10 miliar secara keseluruhan,” kata S.

Mediasi Buntu, Korban Tuntut Hitam di Atas Putih

Aksi geruduk ini jadi puncak kekesalan korban. Mereka menuntut kejelasan tertulis soal pengembalian dana.

Hingga kini, mediasi di rumah Y masih berjalan. Warga sekitar ikut mengawal ketat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Modus yang Dipakai Pelaku, Wajib Waspada:
• Tebar janji via WA: Status WhatsApp jadi etalase utama • Slot menggiurkan: Iuran kecil, “get” belasan juta • Kocok tak transparan: Tak ada bukti transfer, jam spin berubah-ubah • Pemenang fiktif: Nama anggota diduga dibuat sendiri oleh owner • Dalih klasik: “Sik bentar” saat ditagih

Kasus ini jadi alarm keras. Iming-iming cuan cepat dari arisan online dan investasi tanpa izin OJK rawan jadi jebakan. Kalau terlalu manis, patut dicurigai.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed