oleh

Kebakaran Lahan Tebu di Kunjang Padam, Kerugian Capai Rp.80 Juta

Kediri,Wartapanjalu.com– Lahan tebu seluas puluhan are di Dusun Mangu, Desa Kapi, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, ludes dilalap api pada Senin, 29 Juni 2026. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang berlangsung hampir 4,5 jam tersebut.

Bermula dari Bakar Daun Kering, Api Merambat Cepat
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.40 WIB saat warga bernama Mukharom melaporkan adanya kebakaran rumah ke Pos Damkar Pare. Namun setelah dikonfirmasi ulang, objek yang terbakar ternyata lahan tebu milik Bpk Maliki (Mukharom).

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan warga sekitar, api muncul karena aktivitas membersihkan daun tebu kering dengan cara dibakar.

“Sayangnya tidak ada upaya isolasi material. Akibatnya api cepat merambat ke lahan tebu yang sudah siap panen,” ungkap Kaleb, Senin 29 Juni 2026.

Damkar Kerahkan Dua Armada, Padamkan Api 4,5 Jam
Menerima laporan, Tim Damkar Kab. Kediri Pos Pare langsung bergerak. Armada pertama berangkat pukul 10.45 WIB dan tiba di lokasi Jalan Brigjen Katamso pukul 11.00 WIB.

Proses pemadaman dilakukan Bidang Pencegahan Kebakaran dengan mengerahkan dua unit armada: Unit 04 nopol AG 8157 EP dan Unit 02 nopol AG 8162 GP. Masing-masing berkapasitas 5000 liter air.

“Api baru benar-benar padam pukul 15.30 WIB. Sesuai SOP, tidak ada kendala berarti di lapangan,” jelas Kaleb.

Kerugian Capai Puluhan Juta, Satu Motor Ikut Terbakar
Meski tidak ada korban luka maupun jiwa, kerugian material ditaksir cukup besar. Total kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp80 juta. Sementara aset yang berhasil diselamatkan senilai Rp10 juta.

Selain lahan tebu, satu unit sepeda motor Honda Revo milik warga juga ikut terbakar di lokasi.

“Nihil korban jiwa. Luka ringan dan berat juga nihil. Ini yang patut kita syukuri,” tambah Kaleb.

Damkar Imbau Warga Tidak Bakar Sembarangan
Melalui kejadian ini, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kediri kembali mengingatkan warga agar tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar, apalagi saat musim kemarau.

Jika terpaksa membakar, pastikan ada sekat isolasi dan pengawasan penuh agar api tidak merambat. Untuk kondisi darurat kebakaran, warga bisa langsung menghubungi Pos Damkar terdekat.

“Lebih baik mencegah. Karena sekali api membesar, kerugiannya bisa puluhan juta seperti kejadian ini,” tutup Kaleb.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed