oleh

Kediri Bersiap Hadapi Kemarau 2026: Dari Pemetaan Daerah Rawan Air Hingga Ancaman Karhutla

Kediri,Wartapanjalu.com– Bersiap Hadapi Kemarau 2026: Dari Pemetaan Daerah Rawan Air Hing Bayang-bayang musim kemarau panjang tahun 2026 yang diprediksi bertahan hingga Oktober mendatang mulai diantisipasi serius oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri. Tak hanya memetakan daerah rawan krisis air bersih, petugas juga menyiagakan personel untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​Langkah sigap ini ditegaskan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Dusun Ngesong, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Senin (27/7/2026) pagi.

​”Prediksi kemarau tahun ini cukup panjang, sampai bulan Oktober. Kami sudah memetakan titik-titik yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih,” tutur Djoko.

Pemetaan Wilayah dan Strategi Pasokan Air Bersih
​Berdasarkan data pemetaan BPBD, wilayah yang masuk dalam radar pengawasan ekstra meliputi Kecamatan Mojo, Grogol, Ngancar, Plosoklaten, hingga Semen. Pemetaan ini menjadi acuan utama untuk menerjunkan bantuan darurat jika sewaktu-waktu krisis air melanda.

​Sebagai langkah awal, dua armada tangki air milik BPBD sudah disiagakan lengkap dengan tandon penampungan portabel. Tak bergerak sendiri, BPBD juga menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI), Perumda Air Minum (PDAM), dan sejumlah OPD terkait untuk menebal armada distribusi jika permintaan melonjak.

​Meski kesiapsiagaan telah dinaikkan, kabar baiknya hingga akhir Juli ini sumber mata air warga dilaporkan masih aman.

​”Alhamdulillah, sampai sekarang kondisi masih terkendali dan belum ada permintaan dropping air bersih dari masyarakat,” tambah Djoko.

Solusi Jangka Panjang: Sumur Bor hingga Perbaikan Pipa
​Belajar dari pengalaman kemarau tahun lalu, Pemkab Kediri bersama instansi terkait telah mengeksekusi sejumlah perbaikan permanen di titik-titik rawan:
​Desa Sempu (Kec. Ngancar): PDAM telah membangun tiga titik sumur bor baru untuk menopang kebutuhan harian warga Desa Sepawon (Kec. Plosoklaten): Pipa air yang sempat meleleh akibat kebakaran lahan tahun lalu kini sudah diganti total melalui penanganan Dinas Perkim.
​Desa Ponggok (Kec. Mojo): Masalah perebutan debit air antar-desa diselesaikan dengan membangun jaringan pipa baru yang terhubung ke sumber mata air terpisah.

Waspada Karhutla: Faktor Kelalaian Manusia Masih Mendominasi
​Selain ancaman kekeringan, maraknya potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan perbukitan Kediri menjadi perhatian khusus. Medan perbukitan yang sulit dijangkau membuat pemadaman api menjadi sangat rumit jika sudah telanjur membesar.

​Djoko menyebut, mayoritas pemicu karhutla bukanlah faktor alam murni, melainkan human error atau kelalaian manusia.

Membakar sampah sembarangan di area terbuka.
​Membuang puntung rokok yang masih menyala.
Meninggalkan bekas api unggun/bara api.

​Aktivitas berburu liar yang menggunakan pengasapan untuk memancing hewan keluar.

​”Kami mengimbau keras agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan tidak ada sisa api yang ditinggalkan. Pencegahan jauh lebih penting karena medan di area hutan sangat berat,” tegasnya.

Dalam Sehari Terjadi 11 Kebakaran!
​Ancaman kebakaran di Kediri nyatanya bukan gertakan sambal. Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengungkapkan bahwa tim Damkar Satpol PP sempat menangani 11 titik kebakaran sekaligus dalam kurun waktu satu hari, yakni pada Jumat (24/7/2026).

​Objek yang terbakar sangat bervariasi, mulai dari rumah warga, kandang ternak, rumpun bambu, lahan kosong, hingga perkebunan tebu dan hutan jati.

​Kaleb mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah saat cuaca sedang terik dan angin kencang karena api bisa merambat dalam hitungan detik. Warga juga diminta menyimpan bahan mudah terbakar di tempat aman dan segera menghubungi petugas pemadam jika melihat titik api agar bisa ditangani sebelum meluas.(Nang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed