Kediri,Wartapanjalu.com– Memasuki bulan kemerdekaan, semangat kebangsaan kembali digaungkan dari Kediri. Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Kediri bersama sejumlah komunitas lintas elemen mengirimkan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia dan sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara.
Surat tersebut berisi permohonan doa restu sekaligus laporan terkait gerakan syiar kebangsaan yang tengah dilakukan masyarakat Kediri. Gerakan itu mendorong agar momentum 18 Agustus 1945, yang mereka pandang sebagai hari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), turut disyukuri secara nasional.
Surat ditujukan antara lain kepada Presiden RI, Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua Komisi III DPR RI, Menteri Pertahanan, Kepala BPIP hingga Kepala Lemhannas.
Langkah tersebut menjadi bentuk partisipasi masyarakat daerah dalam menumbuhkan kembali kesadaran berbangsa dan bernegara, terutama di tengah momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.

Kediri Soroti Makna 17 dan 18 Agustus 1945
Ketua Umum Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri sekaligus penanggung jawab kegiatan, R.M. Suhardino, S.E., mengatakan gerakan tersebut berangkat dari pemahaman sejarah dan ketatanegaraan mengenai peristiwa 17 dan 18 Agustus 1945.
Menurutnya, 17 Agustus merupakan momentum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sementara sehari setelahnya, berbagai perangkat utama negara ditetapkan melalui sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
“Secara hukum tata negara, Keppres No. 18 Tahun 2008 telah menetapkan tanggal 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi. Namun, jauh di atas itu, fakta sejarah mencatat bahwa 18 Agustus 1945 adalah hari sah berdirinya NKRI secara de jure,” ujar Suhardino, Sabtu (8/8/2026).
Melalui surat yang dikirim ke Istana dan Senayan, pihaknya berharap para pimpinan lembaga negara dapat memberikan perhatian terhadap momentum tersebut.
“Persada Soekarno bersama berbagai komunitas di Kediri memohon doa restu sekaligus mengetuk kesadaran para pimpinan lembaga tinggi negara agar momen monumental ini disyukuri oleh seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.
Empat Peristiwa Penting dalam Sidang PPKI
Dalam edukasi yang dilakukan kepada masyarakat, Persada Soekarno Kediri dan jejaring komunitas juga menyoroti sejumlah keputusan penting dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945.
Mereka menyebut terdapat sejumlah unsur penting dalam pembentukan negara yang ditetapkan pada momentum tersebut, yakni pengesahan UUD 1945 sebagai konstitusi, penetapan Pancasila yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, pemilihan Soekarno-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden pertama, serta pembentukan KNIP sebagai lembaga yang membantu tugas presiden.
Karena itu, bagi mereka, tanggal 17 dan 18 Agustus memiliki makna yang saling berkaitan dalam perjalanan lahirnya Indonesia sebagai bangsa sekaligus negara.
Delapan Tahun Digelar, Tasyakuran Berjalan Swadaya
Gerakan berkirim surat tersebut menjadi bagian dari rangkaian tasyakuran 17 dan 18 Agustus 2026 di Situs Ndalem Pojok Kediri.
Tradisi tersebut disebut telah dilaksanakan secara konsisten selama delapan tahun sejak pertama kali dirintis pada 2018.
Menariknya, kegiatan itu digelar secara mandiri dengan melibatkan belasan komunitas di Kediri. Seluruh persiapan dilakukan melalui semangat gotong royong dan swadaya masyarakat tanpa mengandalkan proposal sponsorship maupun modal dana komersial.
Ari Hakim LC, panitia seksi tasyakkuran 18 Agustus, mengatakan semangat keikhlasan menjadi salah satu nilai yang ingin dijaga dalam kegiatan tersebut.
“Di tengah dinamika bangsa hari ini yang sering diuji krisis integritas dan maraknya kasus korupsi, keikhlasan adalah benteng utama kita. Gerakan ini murni swadaya masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan rasa syukur mendalam atas nikmat kemerdekaan bangsa dan berdirinya negara,” katanya.
Ia berharap doa yang dipanjatkan masyarakat dari Kediri dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga persatuan dan keselamatan Indonesia.
Ingin Jadi Gerakan Syukur Nasional
Melalui surat resmi yang telah disampaikan, Persada Soekarno Kediri dan komunitas pendukung berharap aspirasi dari daerah tersebut mendapat sambutan dari pemerintah pusat.
Mereka ingin peringatan 18 Agustus tidak hanya menjadi momentum di Kediri, tetapi berkembang menjadi gerakan syukur kebangsaan yang dilakukan masyarakat di berbagai daerah.
“Kami senantiasa berdoa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa dan juga memohon doa restu dan dukungan dari segenap rakyat Indonesia. Semoga tasyakuran kebangsaan ini berjalan lancar, sukses dan bisa menumbuhkan kesadaran berbangsa dan kesadaran bernegara,” ungkap Erni Nengtyas, salah satu Ketua JKPHS Kabupaten Kediri.
Menurut Erni, peringatan 17 dan 18 Agustus memiliki pesan penting untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Itulah pentingnya tasyakkuran tanggal 17 dan tanggal 18 ini,” pungkasnya.(Sum)








Komentar