Kediri,Wartapanjalu.com– Upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga terus dikembangkan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satu bentuk nyata upaya tersebut adalah pelaksanaan program MAHIKA (Masyarakat Hidup Sehat dan Mandiri Berbasis Kearifan Lokal) yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 di Desa Keniten, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Program MAHIKA merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan kesehatan ibu dan anak, peningkatan literasi kesehatan, pemanfaatan pangan lokal, serta penguatan ekonomi produktif keluarga. Program ini merupakan kegiatan lanjutan dari program wilayah binaan yang telah dilaksanakan selama 4 tahun berturut-turut di Desa Keniten.
Program MAHIKA dilaksanakan oleh tim pengabdi Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri Poltekkes Kemenkes Malang yang diketuai oleh Dr. Triatmi Andri Yanuarini, M.Keb bersama tim dosen yaitu Rahajeng Siti Nur Rahmawati, M.Keb., Dwi Estuning Rahayu, S.Pd., S.Kep., Ns., M.Sc., Eny Sendra, S.Kep., Ns., M.Kes., dan Desy Dwi Cahyani, M.Keb. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa yaitu Najihatur Rahmah Al Jamali, Khotimatur Rohmah, Dewi Zahro Romadhani, dan Asmita Sari Wijayanti.
Menggabungkan Kesehatan dan Kearifan Lokal, MAHIKA hadir dengan gagasan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui upaya kuratif, tetapi juga melalui upaya promotif dan prefentif dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat. Program ini mengintegrasikan pendekatan partisipatif, capacity building, dan task-centered approach, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat dalam mengidentifikasi masalah, mengikuti pelatihan, melakukan praktik, hingga mengevaluasi kegiatan.
Fokus program diarahkan pada kesehatan ibu hamil serta pemanfaatan potensi pangan lokal. Desa Keniten memiliki potensi bahan pangan seperti daun kelor dan labu kuning yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari edukasi gizi sekaligus produk pangan bernilai ekonomi. Salah satu perhatian utama dalam program MAHIKA adalah meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait Diabetes Melitus, anemia, Kekurangan Energi Kronis (KEK), dan risiko stunting.
Kegiatan dilakukan melalui edukasi, pemanfaatan Buku KIA, skrining faktor risiko Diabetes Melitus pada ibu hamil dengan pemeriksaan HbA1c, serta edukasi mengenai gizi seimbang berbasis pangan lokal. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko kesehatan lebih awal dan melakukan langkah pencegahan secara mandiri.
Program MAHIKA menargetkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dan kader melalui evaluasi sebelum dan sesudah edukasi. Selain itu, peserta diharapkan mampu menyusun menu seimbang berbasis pangan lokal sesuai kebutuhan ibu hamil.
MAHIKA dirancang untuk memberikan dampak ganda, yaitu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga. Tim Pengabdi juga bekerja sama dengan Dinas UMKM Kabupaten Kediri yang memberikan materi tentang Pemasaran Produk UMKM yang ada di Desa Keniten.
Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, khususnya dalam menjaga kesehatan ibu hamil, sekaligus mengembangkan potensi pangan lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi yang akhirnya akan memperkuat ekonomi keluarga.
Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, masyarakat tidak perlu bergantung sepenuhnya pada sumber daya dari luar. Potensi yang tersedia di lingkungan sendiri dapat diolah menjadi sumber pangan sehat dan bahkan dikembangkan menjadi peluang usaha keluarga. Keberlanjutan program MAHIKA akan diperkuat melalui integrasi dengan kegiatan rutin Posyandu dan PKK, dukungan pemerintah desa serta mitra terkait, dan pendampingan oleh tim pengabdi.
Pelaksanaan MAHIKA pada 15 Agustus 2026 menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang tidak hanya lebih sadar terhadap kesehatan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk memanfaatkan potensi lokal secara produktif.
Dengan semangat “Masyarakat Hidup Sehat dan Mandiri Berbasis Kearifan Lokal”, MAHIKA diharapkan menjadi model pemberdayaan yang mampu menghubungkan kesehatan, pangan lokal, pemberdayaan perempuan, dan kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.(*/Dhy)








Komentar