oleh

Pemkab Kediri Serahkan Lahan untuk Hotel Haji, Dukung Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji 2027

Langkah Strategis Perkuat Layanan Haji di Kediri
Kediri,Wartapanjalu.com— Pemerintah Kabupaten Kediri resmi menyerahkan sertifikat tanah kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan Hotel Haji di kawasan Kabupaten Kediri. Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan di Bandara Internasional Dhoho, Kamis (27/8/2026), dan turut disaksikan oleh pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Kediri.
Lahan yang diserahkan berada di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, dengan luas sekitar 59.307 meter persegi. Aset tersebut diharapkan menjadi fondasi awal bagi pembangunan Hotel Haji yang nantinya akan mendukung pelayanan jamaah haji sekaligus memperkuat peran Bandara Internasional Dhoho sebagai simpul transportasi keagamaan nasional.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bahwa penyerahan sertifikat tanah ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan fasilitas pelayanan haji di Kabupaten Kediri.

“Penyerahan sertifikat tanah ini menjadi langkah strategis dalam mendukung rencana pembangunan Hotel Haji di Kabupaten Kediri,” ujar Mbak Dewi.


Tak Hanya untuk Jamaah, Juga Dorong Ekonomi Daerah
Menurut Mbak Dewi, kehadiran Hotel Haji nantinya tidak hanya memberikan kemudahan bagi jamaah haji yang akan berangkat maupun pulang melalui Bandara Dhoho. Lebih dari itu, proyek tersebut diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.

Pembangunan hotel tersebut diproyeksikan membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti transportasi, perdagangan, hingga pariwisata religi di Kabupaten Kediri.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut agar setiap tahapan dapat berjalan lancar dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.

“Dengan dukungan semua pihak, pembangunan ini diharapkan berjalan baik dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Kediri,” tambahnya.

Menteri Haji Apresiasi Dukungan Pemkab Kediri
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri yang telah menyerahkan aset tanah guna mendukung pembangunan Hotel Haji.

Menurutnya, Kementerian Haji dan Umrah akan segera menindaklanjuti rencana tersebut dengan melibatkan berbagai pihak terkait agar proses pembangunan dapat berjalan optimal sesuai target yang ditetapkan.

“Kami mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pelayanan haji di masa mendatang,” ungkapnya.

Bandara Dhoho Ditargetkan Jadi Embarkasi Haji
Selain pembangunan Hotel Haji, pemerintah pusat juga menaruh harapan besar terhadap peran Bandara Internasional Dhoho sebagai pintu keberangkatan jamaah haji di wilayah Jawa Timur bagian selatan dan sekitarnya.
Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya keras agar Bandara Dhoho dapat berfungsi sebagai embarkasi haji pada tahun 2027.

“Kita tahun 2027 berusaha keras bagaimana bisa membuka Bandara Dhoho sebagai Embarkasi Haji,” tegasnya.
Meski demikian, sejumlah persiapan masih perlu dilakukan, termasuk pemenuhan berbagai aspek teknis dan kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendukung percepatan pembangunan Hotel Haji.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, rencana pembangunan Hotel Haji di Kabupaten Kediri kini memasuki tahap yang semakin konkret.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan layanan haji sekaligus memperkuat posisi Kediri sebagai kawasan strategis di Jawa Timur.(Sum/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed