Kediri,Wartapanjalu.com- Dentuman drum bass menggelegar bersahutan dengan lengkingan terompet. Sepanjang jalan protokol Kabupaten Kediri, ribuan warga tumpah ruah di tepi jalan. Mata mereka terpaku pada aksi penuh energi ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tampil penuh percaya diri.
Pemandangan luar biasa itu tersaji dalam Parade Drumband MI se-Kabupaten Kediri, Sabtu pagi. Bukan sekadar pawai, ini adalah perhelatan akbar perdana dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 59 kontingen dari 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri turun ke jalan. Mereka menyuguhkan harmoni sempurna antara seni, edukasi, dan nasionalisme.
Mengusung tema “Semangat Kemerdekaan, Harmoni Drumband Madrasah, Menuju Kediri Berbudaya”, parade mengambil start dari Kantor Pemkab Kediri dan finish di depan Kantor Dinas Perhubungan. Sepanjang rute, kontingen tampil memikat dengan kostum warna-warni mencolok, atraksi mayoret yang lincah, dan formasi baris-berbaris yang presisi.
Agenda Perdana yang Bersejarah
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, H. Achmad Fa’iz, S.Ag., M.HI., menyebut parade ini sebagai sejarah baru bagi insan madrasah di Kediri.
“Alhamdulillah, kita bersyukur pagi ini bisa bersama mengikuti Parade Drumband dengan tema ‘Harmoni Drumband Menuju Kediri Berbudaya’. Ini hal yang luar biasa dan merupakan agenda perdana kita yang dikemas sedemikian rupa,” ujar Achmad Fa’iz.
Ia menyampaikan terima kasih khusus kepada Pemerintah Kabupaten Kediri, Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito, serta panitia PHBN yang telah memberikan ruang bagi madrasah untuk tampil.
“Ini adalah ajang kita untuk terus meneguhkan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia. Mudah-mudahan tidak berhenti di sini, tapi menjadi agenda rutin tahunan,” harapnya.
Lebih dari Sekadar Musik
Di balik kemeriahan, parade ini menyimpan pesan pendidikan karakter yang kuat.
Menurut Achmad Fa’iz, drumband bukan hanya seni musik. Ia adalah media efektif untuk menempa kedisiplinan, kerja sama tim, jiwa kepemimpinan, dan mental pantang menyerah sejak dini.
“Harmoni indah hanya bisa lahir dari keberagaman peran yang berjalan dalam satu komando. Itu cerminan nyata Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Ajang ini juga menjadi panggung pembuktian bahwa madrasah modern tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga dalam seni, budaya, dan kreativitas.
Sosok Energik di Barisan Depan: Vanessa
Di antara 59 kontingen, penampilan kontingen Nurisanda dari MI Baitul Hikmah mencuri perhatian. Di barisan terdepan, tampil energik Vanessa Safiya Aurora memimpin dengan gerak komando yang presisi di hadapan juri dan warga.
Untuk tampil prima menempuh rute panjang, Vanessa dan tim menjalani latihan intensif selama satu bulan penuh.
“Persiapannya latihan fisik, mental, dan yang paling penting melatih rasa percaya diri. Kami membawakan tiga lagu: Bunga Berguna, Stecu-Stecu, dan DJ Trompet,” tutur Vanessa.
Bagi Vanessa, parade ini bukan sekadar lomba, tapi ruang belajar berharga untuk menambah wawasan dan pengalaman.
Pekik slogan “Madrasah Hebat, Indonesia Kuat” yang menggema sepanjang rute menjadi penutup yang sempurna. Langkah-langkah kecil para Gita Pati cilik hari ini menegaskan satu hal: masa depan Kediri Berbudaya ada di tangan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan cinta tanah air.(Sum/Her)











Komentar