oleh

Menghidupkan Geliat Wisata Kediri: Dari Jejak Sejarah Jayabaya, Air Panas Kelud, hingga Kehangatan Desa Tempurejo

Kediri,Wartapanjalu.com— Pariwisata tidak melulu tentang hitungan angka kunjungan atau megahnya bangunan modern. Bagi Kabupaten Kediri, denyut pariwisata sepanjang 2026 adalah tentang bagaimana menjaga warisan leluhur, merawat alam, dan memastikan dapur warga desa tetap ngebul berkat ekonomi kreatif.

​Langkah tersebut tecermin dari komitmen Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri yang kini tengah gencar merajut kembali berbagai potensi lokal. Strateginya tidak hanya memoles tempat wisata lama yang sudah tenar, tetapi juga membuka ruang bagi destinasi baru yang memadukan keasrian alam dan kearifan budaya.

Membangkitkan Kembali Jejak Sejarah dan Wisata Kenangan
​Salah satu fokus utama pemkab saat ini adalah melanjutkan pemugaran Museum Sri Aji Jayabaya di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Bangunan yang menyimpan memori kolektif dan cagar budaya Bumi Panji ini sempat mengalami kerusakan berat akibat insiden pada Agustus 2025 lalu.

​Setelah merampungkan pembangunan tahap pertama pada akhir 2025, pengerjaannya kini terus digenjot agar benda-benda bersejarah kembali tersimpan aman. Museum ini diproyeksikan menjadi ruang edukasi hidup agar generasi muda tidak kehilangan akar sejarahnya.

​”Kami berusaha untuk terus mengembangkan pariwisata, seni, dan budaya. Ini dibuktikan dari langkah dua tahun terakhir, mulai dari reaktivasi Ubalan hingga penataan di berbagai titik,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi.

​Reaktivasi Taman Wisata Ubalan yang sempat mati suri pun membuahkan hasil manis. Dari yang awalnya diprediksi hanya mendatangkan 200 pelancong per hari, jumlah pengunjung melonjak hingga 500 orang per hari—menjadi bukti rindunya masyarakat akan ruang rekreasi keluarga yang asri.

Menyibak Potensi Air Panas Kelud dan Ekowisata Berbasis Warga
​Tidak berhenti pada destinasi legendaris, jajaran Pemkab Kediri mulai menjajaki “harta karun” baru di kawasan Gunung Kelud. Hasil penelusuran di lapangan menemukan adanya potensi sumber air panas yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata pemandian alam. Survei lewat dua jalur akses pun telah diselesaikan untuk menguji kelayakan kawasannya.

​Namun, pembangunan wisata tak boleh merusak alam. Semangat pariwisata berkelanjutan ini terlihat nyata di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates. Di desa ini, masyarakat bersama BUMDes, Pokdarwis, pelaku UMKM, dan civitas akademika Universitas PGRI Kediri bahu-membahu merancang ekowisata berbasis budaya Jawa.

Di Tempurejo, denyut seni tradisional seperti Jaranan dan tarian daerah kembali diajarkan kepada anak-anak sekolah. Tak hanya itu, wisatawan yang berkunjung bisa menikmati deretan produk lokal warga—mulai dari:

​Susu kambing etawa segar
​Kain batik ecoprint ramah lingkungan
​Kerajinan anyaman tas
​Olahan keripik renyah

​Area edukasi rumah kompos dan rumah bibit
​Hebatnya lagi, kelestarian lingkungan tetap jadi harga mati. Pemerintah Desa Tempurejo melarang keras pedagang berjualan di dalam hutan atau memaku pohon demi spanduk wisata.

​”Yang kami kembangkan adalah kawasan sekitar hutan agar alamnya tetap asri. Kegiatan yang berpotensi merusak hutan tidak akan diberi izin,” kata Sekretaris Desa Tempurejo, Erika Rahayu.

Menjaga Budaya, Menggerakkan Roda Ekonomi Desa
​Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata tahun 2026 sebesar Rp 3,7 miliar bakal tercapai. Formula 3A (Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi) terus diperkuat—dari pembenahan jalan menuju Kelud, perbaikan kios dan toilet, hingga agenda festival budaya sepanjang tahun.

​Meski tantangan seperti cuaca ekstrim di kawasan rawan bencana Besuki dan Kelud tetap ada, Pemkab Kediri yakin bahwa kunci keberhasilan pariwisata ada pada keterlibatan warga desa sendiri. Dengan bertambahnya tiga desa wisata baru tahun ini, Kediri ingin membuktikan bahwa pariwisata sejatinya adalah tentang merawat tradisi dan menyejahterakan warga.(Sum/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed