Kediri,Wartapanjalu.com– Aksi diam para pedagang Pasar Pahing Kota Kediri menyita perhatian. Bukan orasi, enam poster dan sejumlah spanduk protes mendadak terpampang di titik-titik strategis pasar pada Senin (7/9/2026) sore.
Bentangan protes itu menjadi puncak kekecewaan pedagang terhadap aturan baru penataan dan tarif sewa pasar yang dinilai kian memberatkan.
Protes Setelah Dialog Buntu
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pahing, Pujiono, tak menampik aksi tersebut memang sengaja dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Menurutnya, jalan dialog sudah ditempuh berkali-kali, namun belum membuahkan titik temu.
“Pemasangan ini tentu bentuk protes kami. Kami sudah beberapa kali mengadakan audiensi dengan pihak Perumda Pasar, namun aspirasi masyarakat pedagang yang merasa keberatan belum juga terwujud,” ujar Pujiono di lokasi.
Pujiono menyebut, ada dua persoalan utama yang memicu keresahan.
Pertama soal tarif. Pedagang mengeluhkan kenaikan harga sewa kios hingga biaya administrasi perpanjangan yang melonjak dalam beberapa tahun terakhir.
Kedua, yang paling krusial, adalah perubahan status hak. Jika dulu pedagang mengantongi Hak Guna Pakai, kini diubah menjadi Hak Sewa. Perubahan nomenklatur ini dinilai menghilangkan rasa aman bagi pedagang kecil untuk berdagang dalam jangka panjang.
“Minimnya sosialisasi di bawah juga membuat aturan ini simpang siur antara petugas lapangan dan pedagang. Kami harap ada kajian ulang yang adil. Jika tidak sesuai Perda, harus ditinjau kembali,” tegasnya.

Perumda Pasar: Kami Selalu Buka Ruang Komunikasi
Menanggapi aksi tersebut, Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Djauhari Luthfi, memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan pihaknya tidak anti kritik dan selalu membuka ruang komunikasi.
Bahkan, menurut Lutfi, sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan paguyuban agar setiap keberatan disampaikan secara tertulis melalui surat resmi. Surat itu akan menjadi dasar kajian teknis dan laporan resmi kepada Wali Kota Kediri selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
“Sebetulnya kemarin sudah disepakati agar mereka mengirim surat resmi kepada kami, sehingga bisa menjadi dasar kami untuk menyusun laporan dan kajian ke KPM. Namun sampai saat ini teman-teman pedagang belum menyampaikan suratnya, tapi tiba-tiba sudah memasang banner,” jelas Djauhari.
Meski ada aksi pasang spanduk, Djauhari memastikan aktivitas Pasar Pahing tetap berjalan aman, kondusif, dan normal. Transaksi jual beli tetap berlangsung seperti biasa.
“Kondisinya pedagang tetap berdagang seperti biasa dan sebetulnya tidak ada masalah yang mengganggu aktivitas pasar. Kami dan koordinator pasar selalu berkoordinasi dengan mereka,” tambahnya.
Ke depan, Perumda Pasar Joyoboyo berjanji akan kembali menggelar pertemuan langsung dengan paguyuban untuk menyerap aspirasi dan mencari jalan tengah, demi menjaga kondusivitas dan kemajuan Pasar Pahing sebagai salah satu urat nadi ekonomi rakyat Kota Kediri.(Sum/Her)










Komentar