oleh

Kereta Api Makin Hijau: Langkah Nyata Daop 7 Madiun Jaga Lapisan Ozon dan Kurangi Emisi Carbon

Kediri, Wartapanjalu.com – ​Pernahkah Anda membayangkan bahwa setiap kali duduk manis di dalam gerbong kereta api, Anda sedang ikut serta menyelamatkan bumi? Dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia 2026 yang mengusung tema “Global Action for a Cooler Planet”, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun membuktikan bahwa perjalanan jarak jauh tak cuma soal sampai di tujuan tepat waktu, tetapi juga tentang menjaga lingkungan yang kita tinggali.

​Melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), KAI Daop 7 Madiun melakukan transformasi hijau secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen bersama menuju target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

Dari Biodiesel B50 Hingga Panel Surya di Stasiun
​Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa fokus operasional saat ini tidak sekadar mengejar ketepatan waktu dan keselamatan penumpang, tetapi juga menekan angka jejak karbon di setiap rPerjalanan.

​”Sebagai bagian dari KAI Group, Daop 7 Madiun berkomitmen penuh mengimplementasikan prinsip operasional yang hijau. Melalui berbagai inovasi, kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api turut berkontribusi nyata dalam mereduksi emisi karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Tohari.

Bentuk konkrit dari komitmen tersebut di antaranya:

​Transisi Bahan Bakar Ramah Lingkungan: Sejak 4 Juli 2026, operasional lokomotif dan kereta pembangkit di wilayah Daop 7 Madiun resmi meningkatkan penggunaan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50.

​Pemanfaatan Energi Surya: Bangunan stasiun utama seperti Stasiun Madiun, Kertosono, Jombang, dan Kediri kini memanfaatkan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik harian. Teknologi solar cell ini bahkan dipasang hingga ke area Griya Karya Kertosono dan beberapa pos palang pintu perlintasan.

​Inovasi Digital dan Material Berkelanjutan
​Tak hanya mesin lokomotif yang dibenahi, fasilitas layanan penumpang hingga infrastruktur rel pun ikut bertransformasi menjadi lebih ramah lingkungan.

Layanan Digital Bebas Kertas
​Guna memangkas penggunaan kertas secara masif, KAI terus menggencarkan fitur e-boarding pass dan Face Recognition Boarding Gate yang kini sudah beroperasi di Stasiun Madiun. Lewat aplikasi Access by KAI, penumpang juga bisa memantau fitur Carbon Footprint untuk melihat seberapa besar emisi karbon yang berhasil dihemat dibandingkan jika menggunakan kendaraan pribadi.

Infrastruktur Ramah Alam
​Bantalan rel kayu tradisional bertahap diganti menggunakan bantalan sintetis modern. Material ini jauh lebih tahan terhadap cuaca ekstrem musim kemarau maupun hujan, memiliki usia pakai lebih panjang, sekaligus membantu menekan angka penebangan pohon. Selain itu, pengelolaan air sisa pencucian sarana kereta dipastikan melalui proses pengolahan limbah hingga memenuhi baku mutu sebelum dialirkan kembali ke lingkungan.

Dorong Gaya Hidup Minim Plastik Bagi Penumpang
​Menariknya, gerakan ramah lingkungan ini juga melibatkan partisipasi aktif para penumpang. KAI Daop 7 Madiun kini menyediakan fasilitas Water Station gratis di Stasiun Madiun, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Blitar agar masyarakat terbiasa membawa tumbler sendiri.

​Di dalam kereta, KAI Services juga mengganti alat makan plastik konvensional dengan wooden cutlery (alat makan kayu) yang dapat terurai secara alami.

​Momen Hari Ozon Sedunia 2026 ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mulai beralih ke moda transportasi massal yang lebih bersih.

​”Mari jadikan momentum Hari Ozon Sedunia 2026 ini untuk bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih hijau. Perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan adalah investasi terbaik kita untuk generasi masa depan,” tutup Tohari.(Sum/Her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed